Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 27 November 2018
Buat yang sering pacaran di sosmed
Katanya jatuh cinta itu ibarat dunia milik berdua, yang lain ngontrak.
Tapi kan yang lain kesel ngeliatnya.
Sadar nggak kalau era sosmed itu era pamer. Pamer lagi dimana, dengan siapa semalam berbuat apa.. Yolanda (oke ini garing).
Masih inget dulu jaman twitter lagi ramai, mention mentionan. Ada yang suka mention pacarnya, "selamat pagi sayang @namapacarnya" dan ini nggak sesekali. Pagi siang sore malam 24 jam dalam sehari 7 hari dalam seminggu isi timeline dia doang yang pacaran berbalas mention nggak penting (buat saya) sampai akhirnya mereka putus. Dulu pernah sih jaman FB, Wall to wall ya namanya, sering juga sampai akhirnya kusadar ternyata itu dibaca oranf lain jugaa. Hmm. Abis itu yaudah jadi juuuuuuaraaaang banget post tentang hubungan pribadi di sosmed. Oh iya itu jaman SMA yaa. Masih masih agak ababil gitulah.
Tapi tapi tapi kok masih ada sih jaman sekarang yang kayak gitu. Postingan apa apa selalu sama pasangan. Foto di IG kebanyakan berdua, instastory berdua muluu. Terus seiring berdajalannya waktu, kadang kadang tersadar, kok fotonya sekarang sendiri, liat akunnya foto pasanganya udah habis tak bersisa. Ilang ditelan IG. Terus orak jahat berkesimpulan, kalau nggak berantem ya udah putus.
Jadi berhati hatilah dalam posting, posting secukupnya aja. Jangan berlebihan. Karena yang berlebihan itu tidak baik.
Selamat makan siang ditanggal tua dari kantor tendean
Selasa, 30 Oktober 2018
Cara Menghilangkan File Excel Muncul [Group]
Langsung saja yaa
[Group]nya hilang dan untuk membuktikannya silakan lakukan proses terhadap data teman teman.
Rabu, 03 Oktober 2018
Ku mulai benci sosmed
Dulu jaman friendster semua adem ayem. Tema dan grafis bagus doang yang bisa bikin iri, udah gitu doang. Terus muncul facebook, saling komen di status orang atau komen menggangu di "wall to wall" orang lain jadi hal yang lumrah terjadi, karena masih SMA dan awal kuliah isisnya galau galauan ABG atau tentang tugas, tak ada yang serius. Twitter hadir lebih simple, mencuit dan membalas cuit. Adu kesombongan lewat "Twitter for Blackberry" jadi hal yang lumrah. My Space, Tumblr dan lain lain cuma numpang lewat doang.
Semua berubah sejak tahun 2014. Sosmed yang dulu adem mulai agak rusuh. Facebook dan Twitter jadi tempat ujaran kebencian dan pembohongan (Hoax belum dikenal saat itu). Antar teman sudah tak seperti teman jika berbeda pilihan. Entah dulu berapa teman yang ku blokir atau unfriend di facebook karena terlalu getol dan kasar dalam menjatuhkan calon yang bukan pilihannya. Pilpres 2014 hilang tapi facebook dan twitter masih kelabu. Orang mulai berpindah ke Instagram dan Path. Path kutinggalkan karena isinya kesombongan. Instagram jadi primadona. Sekarang tahun 2018, Sisa sia pilpres 2014 bukan habis malah tumbuh berkembang di sosmed. Instagram sekarang jadi tempat adu argumen. Ku kembali ke Twitter ternyata masih sama. Facebook juga makin menjadi. Antar teman sudah saling menjatuhkan. Persetan dengan untuk pilpres kita beda pilihan tapi di lapangan futsal kita berteman kalau cara berbeda di sosmed adalah dengan mempermalukan, bully, menjatuhkan dengan tulisan tulisan kasar. Namanya sosmed semua orang yang membaca bisa mengartikan dengan pemikirannya masing masing. Percumalah kalau bilang kita berteman tapi teman kau jatuhkan harga dirinya hanya karena perbedaan pilihan. Pada akhirnya kuakan benci sosmed kalau cuma membuat ada yang di bully, ada yang tersakiti dan ada dendam.
Tendean Oktober 2018
Minggu, 09 September 2018
Handphone, Penyelamat saat gabut
Hampir semua dari kita pernah menunggu. Entah itu menunggu apapun, Menunggu angkot di pinggir jalan, menunggu keberangkatan bis di terminal, menunggu kereta atau KRL di stasiun, menunggu jadwal pesawat berangkat di bandara, bahkan menunggu teman yang ngaret ketika kumpul kumpul. Namanya nunggu pasti sebagian besar orang akan bilang "tak enak". Apalagi kalau menunggunya sendiri. Ini bukan nunggu jodoh loh yaa, situasinya lagi penerbangan sendiri terus harus nunggu 2 jam untuk naik pesawat. Orang kalau sudah menunggu dan sendirian kecil peluangnya untuk dia tidak main hape. Jaman modern sekarang, yang katanya teknologi bisa membantu buat memudahkan kerja manusia tetapi dapat pula mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, Hape jadi penyelamat saat kesendirian. Sedikitlah populasi orang yang nggak megang hape saat sendiri. Coba aja bayangin, lagi di Bandara, sendiri, duduk di ruang tunggu, celingak celinguk berharap ada yang di kenal di Bandara. Kalau ada sih enak, ada temen ngobrol. Kalau nggak ada yasudahlah, main hape jadi pelarian. Tapi terkadang kita ada dalam kondisi sudah tak ada chat yang harus di balas, timeline facebook sudah habis, ig story sudah tak ada lagi karena sudah dilihat semua, main game udah bosan, pokoknya hape itu udah nggak ada gunanya lagi. Tapi naluri manusia kadang harus ada yang di pencet pencet, biar keliatan sibuk. Jadinya kita suka buka satu aplikasi terus tutup lagi, buka yang lain terus tutup lagi, gitu aja. Kadang buka wa, baca chat chat lama, ganti buka line, gitu teruuuus. Cuma buat nggak gabut doang.
Tapi orang jaman sekarang enak, kalau beberapa tahun lagi, waktu hape masih berfungsi hanya untuk telepon dan sms (doang), bayangin deh gimana gabutnya. Kalau nggak ada temen smsan kerjaannya ya gitu, buka sms tutup. Puter puter hape, buka kunci, buka sms terus tutup lagi. Hape cuma mainan doang.
Ini nulis apasih, wajarlah. Lagi gabut abis jetleg pindah zona waktu dari wita ke wib dan harus nunggu sejam lagi untuk pesawat berikutnya.
Minggu, 9 september 2018.
Bandara Juanda Surabaya, di Sidoarjo
(Entah ini bener atau tidak, pokoknya mbak mbak di pesawat selalu bilang seperti itu, Padahal juanda ya juanda yang ada di sidoarjo, kok bisa ada surabayanya, oke tambah ngelantur)
Jumat, 24 Agustus 2018
Tidur
Saya termasuk orang yang gampang tidur, berbagai macam sebutan sering orang sematkan. Mulai dari pelor (nempel molor), turuan, anak TK dan sebagainya. Tidur kan kebutuhan, jadi sewajarnyalah kalau saya berusaha untuk memenuhi kebutuhan saya (dan tubuh) untuk berisitirahat.
Gampang tidurnya saya ya segampang itu, mau dimanapun, posisi apapun kalau sudah ngantuk ya tidur. Mulai sadarnya saya gampang tidur itu waktu kuliah, kalau pas SMA kan masih di rumah, jarang keluar jadi masih menganggap tidurnya itu normal.
Pas kuliah dulu ikut UKM (Unit kegiatan mahasiswa bukan usaha kecil menengah), seperti UKM di Brawijaya pada umumnya, punya sekretariat dong. Namanya mahasiswa ya, rapat rapat atau persiapan kegiatan kebanyakan malam hari. Biasanya selesai rapat dan sebagainya itu jam 9an malam dan itu adalah jam tidur saya. Uniknya, di sekret UKM itu dulu ada kasur, entah sudah berapa tahun kasur itu disana dan berapa puluh orang yg pernah tidur disana. Jangan bayangkan bentuknya (karena sudah tidak berbentuk sama sekali, kapuk dari kasur itu hanya tinggal berasa di pinggir pinggirnya saja) tetapi entah kenapa tetap saja nyamaaan. Selesai rapat itu biasanya ada yang langsung pulang ada pula yang ngobrol ngobrol dulu dan kalau saya yang paling sering adalah tiduran (bisa di kasur atau di manapun dalam sekret) yang akhirnya ketiduran. Bangun bangun sudah sepi, pintu kekunci dan lampu kadang mati kadang ditunggal hidup sama yang lain. Saya biasanya itu terbangun jam 2an, bangun jam segitu di UKM itu kadang semeriwing sih. Cuma yaudah bodo amat. Kalau udah bangun gitu biasanya yang pertama kali dicari adalah kunci dimana, karena setiap yang terakhir pulang biasanya pintu dikunci dari luar dan kuncinya di selodorin lewat bawah pintu (pahamlah maksudnya ini). Kalau tidur di UKM dan bangun jam 2 itu kadang bangun langsung pulang ke kontrakan kadang pula mager banget terus lanjut tidur sampe pagi.
Masih di jaman kuliah dulu, kata orang kopi itu bikin nggak ngantuk tetapi itu todak berlaku pada saya. Seinget saya pernah tuh 2 kali pergi ngopi malam malam, yang pertama itu di payung (tempat ngopi di batu, modelnya seperti warung di atas kota batu, warungnya sekat sekat gitu). Waktu itu ada teman dari lombok datang, pergi ke patung ber4, sekitar jam 9an, pesan kopi sama cemilan buat ngobrol. Kopi abis saya malah tidur. Di bangunin pas udah mau balik. Yang kedua pas ngopi sama temen temen kelas di daerah bunga bungaan, sama tuh abis ngopi malah ketiduran, tidurnya duduk terus kepala dimeja dengan ditopang tangan yang dilipat.
Pernah juga pas di pesawat dari Juanda ke Halim, waktu itu penerbangannya Malam. Mulai dari duduk pesawata (belum take off) udah langsung tidur dan bangun itu pas pesawat udah benar benar berhenti di Halim. Dan kata Mbak Dewi (waktu itu sama dia) selama perjalanan itu hujan deras, turbulensi ya namanya itu beberapa kali sampai ada yang sudah istigfar beberapa kali di dalam pesawat dan saya nyenyak tidur.
Tidur kan kebutuhan ya, agak susah sih melawan kantuk. Saya tipe orang yang kalau sudah ngantuk ya harus tidur, sebodo amat ada tugas kuliah yang besok pagi harus di kumpulkan atau ada apapun itu. Saya mending tidur dulu terus nanti bangun ngerjain tugas dibandingkan harus begadang memaksakan diri. Di kantor pun kalau sudah ngantuk banget mending tidur dulu baru pulang.
Seperti olahraga, tidur pun penting bagi tubuh. Kalau kau tak rajin berolahraga minimal biarkan tubuhmu beristirahat.
Salam tidur
Batik Air Jakarta Surabaya
24-8-2018
10.42 WIB
Minggu, 19 Agustus 2018
Kembali Lagi Ngeblog
Nulis lagi, jadi ini pertama kali nulis blog dari gawai.
Karena kegabutan yang HQQ (ini tulisan yang sering saya baca di instastory), terutama pada saat satu kondisi saat saya berada di posisi yang nggak ngapa-ngapain. Bisanya kalau ada pada posisi ini paling mainstream ya main gawai. Buka WA nggak ada yang chat, Buka Line isinya chat iklan semua, Buka Intagram isinya gitu-gitu aja. Alhasil jadilah install aplikasi Blogger (Masih inget kalau punya blog, walaupun kalau baca isinya yaa gitu deh). Jadi sekarang kalau gabut yasudah nulis di sini aja.
Pakai tulisan miring dan mencoba sesuai EYD agak susah, jadi karena ini blog pribadi jadi bebas ajalah (Maafkan saya bapak ibu Guru bahasa Indonesia yang tak bisa mengamalkan ilmu yang bapak ibu guru berikan)
Udah gitu aja tulisan pagi ini, opening dikitlah, nyapa nyapa atau kalau jaman radio dulu bilangnya cuap cuap dikit.
Semoga aja sering gabut jadi bisa sering nulis disini.
Sekian dan terima kasih
Cikoko 19 Agustus 2018
BTW, Semalem opening Asian Games keren bingits. Walaupun cuma nonton sampe jam 9 malam doang karena keburu ngantuk tapi tapi itu baguus.
Selamat buat panitia acara dari kang parkir sampe presiden yang turut menyukseskan acara tersebut. Banggaaaa