Selamat Pagi mahasiswa,selamat berminggu tenang.bagi yang
berminggu tenang di rumah masing-masing selamat menikmati perbaikan
gizi.sambangilah dapur rumahmu sesering mungkin sebelum kalian lebih banyak
berinteraksi dengan wajan para tukang lalapan dan nasi goreng di malang dan buat
yang berminggu (tak) tenang di malang selamat merasakan hina di kosan atau
kontrakan.sendiri di kosan saat yang lain pulang itu pasti envy banget.mau
belajar tapi males,ngerjain tugas nanti aja waktu H-1.munculkan the power of kepepet.minggu
tenang di malang itu berasa gimana gitu.malang yang musim dingin tiba-tiba jadi
sumpek,panas.apa karena suasana hati ya...
Akhirnya kamis kemarin,tanggal 27 desember aku memutuskan untuk menghentikan kehinaan minggu tenang dengan traveling mengunjungi kota sebelah,ayabarus kalo arek malang menyebutnya.ya surabaya,kotanya para kenob.berangkat jam 2 siang dari malang diiringi rintik-rintik gerimis sampai singosari dan mulai hujan ringan di lawang sampai ketemu panas yang terik di purwosari dan sampai sidoarjo ya cuacanya kayak gitu,hujan 2 km perjalanan abis itu panas 5 km.kemacetan yang biasa terjadi rute malang-surabaya masih ada terutama di singosari,purwosari dan bundaran apollo.sampai surabaya jam 5 sore dan itu macetnya juga nauzubillah.aku yang buta jalan surabaya akhirnya mengandalkan plang marka jalan untuk mencari dimana ITS berada dan Cuma menemukan 1 arah dan itupun bikin tersesat.sampai balaikota surabaya akhirnya menyerah untuk mencari sendiri.sms gangsar (nama orang,bukan kacang atom,ini beneran orang,dia Teman SMA) minta jemput di balai kota eh malah dia bilang tanya orang aja,tanya aerah sukolilo.dengan berbekal sukolilo aku nanya di mas-mas tukang tambal ban dengan tato di tangan.di tempat tambal bannya banyak sekali atribur-atribut bonek,hal langka bahkan mustahil ditemukan di malang.
