Sabtu, 05 Januari 2013

cerita dari surabaya


Selamat Pagi mahasiswa,selamat berminggu tenang.bagi yang berminggu tenang di rumah masing-masing selamat menikmati perbaikan gizi.sambangilah dapur rumahmu sesering mungkin sebelum kalian lebih banyak berinteraksi dengan wajan para tukang lalapan dan nasi goreng di malang dan buat yang berminggu (tak) tenang di malang selamat merasakan hina di kosan atau kontrakan.sendiri di kosan saat yang lain pulang itu pasti envy banget.mau belajar tapi males,ngerjain tugas nanti aja waktu H-1.munculkan the power of kepepet.minggu tenang di malang itu berasa gimana gitu.malang yang musim dingin tiba-tiba jadi sumpek,panas.apa karena suasana hati ya...

Akhirnya kamis kemarin,tanggal 27 desember aku memutuskan untuk menghentikan kehinaan minggu tenang dengan traveling mengunjungi kota sebelah,ayabarus kalo arek malang menyebutnya.ya surabaya,kotanya para kenob.berangkat jam 2 siang dari malang diiringi rintik-rintik gerimis sampai singosari dan mulai hujan ringan di lawang sampai ketemu panas yang terik di purwosari dan sampai sidoarjo ya cuacanya kayak gitu,hujan 2 km perjalanan abis itu panas 5 km.kemacetan yang biasa terjadi rute malang-surabaya masih ada terutama di singosari,purwosari dan bundaran apollo.sampai surabaya jam 5 sore dan itu macetnya juga nauzubillah.aku yang buta jalan surabaya akhirnya mengandalkan plang marka jalan untuk mencari dimana ITS berada dan Cuma menemukan 1 arah dan itupun bikin tersesat.sampai balaikota surabaya akhirnya menyerah untuk mencari sendiri.sms gangsar (nama orang,bukan kacang atom,ini beneran orang,dia Teman SMA) minta jemput di balai kota eh malah dia bilang tanya orang aja,tanya aerah sukolilo.dengan berbekal sukolilo aku nanya di mas-mas tukang tambal ban dengan tato di tangan.di tempat tambal bannya banyak sekali atribur-atribut bonek,hal langka bahkan mustahil ditemukan di malang.

Aku                     :amit mas,sukolilo arah ndi  ?
mas bertato         :lurus ae(sambil menunjuk),perempatan nganan,terus ae                     sampe montok,ngok takok maneh mas.
Aku                     :oh,suwun sam.
mas bertato         : (melotot)
Selagi melihat masnya melotot,sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.langsung tancap gas.lupa kalo ini surabaya,bukan malang.jadi kebiasaan bilang sam (yang dalam bahasa kwalikan malang artinya mas).
ngikutin arah yang di tunjukkan mas bertato tadi dan setelah yakin akhirnya nanya lagi ke pos silup (baca :polisi) dan segala umpatan buat situkang tambal ban bertato.ternyata dia ngasi jalan yang salah,ini bukan ke sukolilo tapi jalan ke gresik.
“pelajaran disini,ketika tersesat dikota surabaya,jangan pernah bertanya sama orang bertato,mending tanya polisi,satpam atau orang berseragam.tapi kalo tersesat di hati orang,jangan pernak bertanya pada siapapun”.

Akhirnya SMS gangsar lagi,ketemuan di UNAIR kampus B.setelah ngopi sebentar dan jalan-jalan ke salah satu pusat keramaian surabaya kemudian ke kontrakannya.ngobrol kesana kemari tentang masa lalu ketika SMA,masa 3 tahun yang tidak ada habisnya untuk di bicarakan dan diulang-ulangi lagi,masa dimana pikiran masih hanya seputar sekolah dan main.ngomongin kekonyolan dan kegilaan SMA.membandingkan 3 tahun SMA dengan 2,5 tahun kuliah.banyak hal yang membedakan 2 masa yang berbeda ini.move on paling susah bahkan seperti mastahil di lakukan adalah move on dari kenangan masa SMA.membicarakan teman yang SMA yang dulu orang yang pasif dalam percintaan ketika kuliah menjadi sangan aktif bahkan meski tiap hari bertemu sang pacar tapi masih aja pacaran di jejaring sosial tanpa mengenal waktu,ini yang disebut puber yang terlambat.dan tidak ada yang salah dengan pacaran di jejaring sosial,selama itu masih dalam kewajaran dan masih bisa untuk konsumsi publik.
Membicarakan rencana bisnisnya yang masih banyak kendala,lagu armada “mau dibawa kemana” yang legendaris saat SMA,menertawai foto-foto ketika masih muka polos tapi nakal ala anak SMA dengan seragamnya sampai sharing tentang jejaring sosial yang membuat orang sudah tidak sosial lagi.seperti saya dan dia,kalo dulu kita tidak satu kelas selama 2 tahun ,tidak melakukan hal-hal “aneh” sama teman yang lain mungkin sekarang kita tidak bertemu seperti sekarang.kita hanya akan saling mengenal,sekedar mengenal nama.jejaring sosial sekarang memang membuat segalanya jadi mudah,tidak perlu mengenal seseorang dalam waktu yang lama,tidak perlu berteman dengannya bahkan tidak perlu menjadi sahabatnya untuk mengetahui seperti apa keseharian dan kepribadiannya.cukup waktu 10 menit untuk mencari tau sepeti apa dia dan kepribadiannya  melalui jejaring sosial.inilah jejaring sosial yang membuat orang menjadi tidak sosial lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar