Jumat, 24 Mei 2013

High School never end


Weeee,Selamat pagi semua.

Adik-adik SMA yang kelas XII udah pada beli koran belum ?

Namanya ada ?

Alhamdulilah,sujud syukur dek cium tangan ayah ibu dan jangan coret-coretan sambil konvoi.itu asli anak kampung banget.sumpah coret-coretan itu ndak ada keren-kerennya,alangkah baiknya baju itu disumbangin buat yang membutuhkan,amal jariyah buat bekal nanti.#mendadakbijak

Lulus SMA itu bukan akhir dari semuanya setelah 12 tahun pakai seragam dari merah putih,biru putih dan abu-abu putih,tapi lulus SMA itu adalah akhir dari kehidupan bahagia remaja,kalian akan memasuki dunia kampus atau kerja yang itu semua adalah dunia nyata yang sebenarnya.sekarang liat aja,kalian udah pusing kan menentukan jurusan apa dan di kampus mana kalian akan melanjutkan.bagi yang sudah punya pilihan kalian dihadapkan pada saingan kalian,ribuan bahkan puluhan ribu orang yang mendaftar untuk satu jutusan,well inilah persaingan yang 
sesungguhnya.

Jadi teringat 3 tahun lalu,perjuangan dan stres-stresnya jadi kelas 3.flashback sedikit..
3 tahun lalu waktu masih SMA,bingung mau kuliah dimana dan jurusan apa,bolak balik cari di internet tentang prospek kerja tiap jurusan dengan segala pertimbangak kemampuan tentunya.Sampai pada suatu jam istirahat,kantin SMA 1 mataram pasti ramainya minta ampun dan bagi kelas 3 udah ndak ada selera buat ke kantin,bukan karena menunya itu-itu aja dari awal masuk SMANSA tapi cangkrukan depan kelas mengingat umur di sekolah sebentar lagi jauh lebih asyik daripada berdesakan dikantin kecil penuh sesak.Banyak juga yang waktu istirahat memilih sholat duha di mushalla,semester genap musholla Smansa saat istirahat pengunjungnya 2x lebih banyak dari biasanya dan itu isinya sebagian besar anak kelas 3,ini nyata.kembali ke bingung kuliah,siang itu iseng liat pengumuman di mading ruang BK dan ada satu poster yang menarik hati,poster USMI IPB.lihat-lihat jurusan yang ditawarkan ada satu yang menarik hati,STATISTIKA.Esoknya mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkandan mendaftar kolektif via guru BK.Bogor tunggu aku.
Beberapa saat setelah itu,waktu itu lagi try out dapat informasi kalau dari SMANSA yang keterima IPB hanya 2 orang dan disitu tidak ada namaku,ya ini sudah takdir mungkin.tak lama setelah itu ada tes masuk Universitas Brawijaya,kebetulan tempatnya di sekolahku dan daftar lagi dengan pilihan jurusan yang sama,statistika.tesnya,lumayanlah.setelah UN berakhir,ada tes  UGM lagi dan sebagai siswa pemburu kuliah akhirnya ikut daftar lagi dan yang dikejar sama,statistika.ndak tau kenapa selalu statistika.

Waktu berlalu,sehabis UN yang dikerjakan cuma jalan-jalan sama teman,nonton tipi dan menunggu nasib.Sampai akhirnya hari itu tiba,pengumuman di kedua universitas tersebut.Harinya sama,Cuma jamnya yang beda.UGM jam 6 pagi Ub beberapa jam 
setelahnya kalau ndak salah dan jackpot.yang tertulis dilayar saat itu adalah

MAAF,ANDA TIDAK DITERIMA

Shock,pasti.2 Universitas menolak bersama-sama.dan tempat curhat pertama saat itu bukan pacar,bukan,tapi mama.dan saat-saat seperti itu adalah saat dimana mama adalah orang yang paling bijak dan motivator paling handal.
Akhirnya saat itu juga daftar bimbel,di GO Mataram,satu setengah bulan ditempa dengan soal-soal,senin-samai jumat kudu memeras otak lagi,bersaing dengan otak-otak yang lainnya.Sampai waktu SNMPTN tiba,pilihan pertama STATISTIKA UB dan pilihan kedua Pendidikan Matematika Unram.

Saat pengumuman SNMPTN,seperti cerita FTV yang selalu happy ending,aku resmi diterima di Universitas Brawijaya,program studi Statistika jurusan Matematika.

Semakin berat pengorbanan dan perjuangan,semakin indah pula rasa ketika kita mendapatkannya.
 Sekali lagi selamat buat kelas 3 yang lulus setelah melalu cerita panjang SMA.ingat,masa SMA adalah masa terindah,high school never end.
perjuangan baru saja dimulai,kalau kata raditya dika disalah satu bukunya.

"jangan takut dengan ribuan orang yang menjadi sainganmu,ingatlah dulu ketika kamu masih menjadi sperma kamu telah berhasil mengalahkan jutaan sperma lain dalam mencapai ovum".