Ingat lima perkara, sebelum lima perkara.
Begitulah bunyi Hadits Nabi Muhammad SAW.
Salah satu dari lima perkara tersebut adalah Ingatlah sehatmu sebelum datang
masa sakitmu.
ya, terbaring sakit itu
ndak enak..
Sakit itu datangnya
ndak pernah bilang-bilang. Datang seenaknya aja,kan kalau datang bilang-bilang
bisa dipersiapkan segala sesuatunya. Seperti bertamu, kalau bertamu bilang dulu
ke yang punya rumah kan setidaknya yang punya rumah bisa menyiapkan hidangan minimal
teh panas. ckalau bertamu ndak bilang-bilang terus yang punya rumah kebetulan
gulanya lagi habis gimana mau bikin teh, jadilah tamu yang tau diri ndak suka
ngerepotin tuan rumah.
Sekarang lagi
demam. Walaupun siang ini badan ndak sepanas tadi malam sih, sudah agak
mendinganlah. Sepanjang sejarah panas yang menyerang tubuh saya itu biang
keladinya cuma satu,Amandel. Ya dia satu-satunya tersangka utama dalam naiknya
suhu tubuh saya. Gimana nggak nuduh itu amandel, nelan liur aja tenggorokan
rasanya sakit banget, udah gitu telinga rada gatal dan salah satu lubang hidung tidak
berfungsi sebagaimana mestinya.
Badan panas kayak gini
jadi ngingetin waktu TK dulu, kena penyakit yang harus membuat saya terpenjara
di rumah dan diatas kasur selama kurang lebih 2 minggu. Waktu itu, demamnya parah
banget.Kalau sudah malam, penglihatan kabur semua, namanya anak kecil yang menangislah sepanjang malam sampai ketiduran, ketiduran pun
karena capek menangis. Saking parahnya demam dulu itu sampai nggigo nggak
jelas, yang paling saya ingat sampai sekarang adalah ketika di pagi hari
terbangun kemudian kaget, di langit-langit kamar seperti melihat orang
perang. Ini serius, sampai teriak-teriak ndak jelas. Itu menggigaunya yang rusak
atau imajinasi saya ketika masih kecil di waktu sakit yang ketinggian. Waktu
cerita ke Mama, yang dilakukan adalah tertawa, ya cuma tertawa. Jelas aja
tertawa, mana ada perang diatas langit-langit kamar perumahan guru SD.
Waktu demam gini
biasanya ke dokter dan selalu dari dulu kata dokternya sama, perbanyak minum air
putih dan obatnya di kasih paracetamol. Karena hampir 12 tahun kalau sakit
seperti ini nasihat, petuah dan obat dari dokter selalu sama maka sejak sakit
seperti ini yang terakhir sekitar 7 bulan yang lalu saya tidak ke dokter, cukup
beli paracetamol dan minum yang banyak dalam 2 hari sudah sehat lagi. tapi kali
ini beda, karena kemarin waktu pulang bawa madu asli sumbawa ke Malang, jadilah
paracetamol digantikan dengan madu dan khasiatnya sekarang sudah agak
mendingan, Insya Allah nanti malam sudah fit lagi.
Jadi teringat berita di Tipi kapan hari, tagline beritanya kalau tidak salah seperti ini
"SEHAT ITU MAHAL,DI NEGERI INI"
Kemudian isi beritanya adalah betapa besarnya biaya rumah sakit, dokter dan obat ketika kita sakit. Bayangkan saja harga kamar di rumah sakit sekarang sudah dalam hitungan ratusan ribu keatas, belum biaya dokternya yang aduhai apalagi kalau langsung ditangani spesialis ditambah harga obat yang ada beberapa obat yang perbutirnya seharga tiket pesawat Surabaya-Lombok. Jadi jangan pernah sakit di negeri ini, toh kalaupun terpaksa sakit maka kita harus berada di golongan orang kaya yang mampu membayar biaya-biaya itu semua atau golongan orang miskin yang punya kartu jaminan kesehatan masyarakat, punya kartu Asuransi kesehatan juga lumayanlah minimal dapat sewa kamar rumah sakit gratislah.
Oh iya, Makasih buat
yang saya SMS tadi pagi-pagi. nanya kabar itu sebenarnya pura-pura biar kamu
nanya balik.
hehe
Udah lama ndak seperti tadi, membicarakan banyak hal dengan pro kontra. Kita
memang ndak pernah sejalan dalam beberapa hal, selalu saja ada yang
berbeda, emang sih saya keras kepala tapi kamu juga kepala batu.
Sama saja.
Tapi debat
kecil seperti itu yang membuatmu spesial, yang kita lakukan sekarang memang tak
akan pernah seindah dulu, tapi saya menikmatinya.
:)
Malang,23-9-2013
