Jumat, 25 Oktober 2013

Mimisan


Cuaca Malang ekstrim,3 tahun disini baru tahun ini merasakan Malang yang panasnya ndak ketulungan.Panas banget,memang sih katanya kalau panas dibulan oktober itu tandanya bakal segera memulai musim penghujan tapi panasnya akhir-akhir ini nggak aturan.Seperti bukan berada di kota yang terkenal karena kesejukannya.Hampir semingguanlah malang panas sampai akhirnya kemarin turun hujan.Hujan pertama setelah kemarau panjang itu selalu indah dan entah kenapa hujan itu seperti televisi hitam putih yang membawa kita menjajaki kembali waktu-waktu dimasa lalu,hujan tak pernah lebih dari sebuah film dokumenter yang menanyangkan kembali semua cerita dimasa lalu.
Salah satu akibat dari perubahan cuaca yang cukup ekstrim di Malang ini adalah mimisan.Sebelum kuliah tidak pernah punya sejarah mimisan tetapi sejak dimalang sudah hampir 5 kali mengalami mimisan dan selalu sama,terjadi waktu bangun tidur.Sedikit informasi tentang mimisan.
Mimisan atau epistaksin adalah pendarahan yang keluar dari lubang hidung, pendarahan tersebut terjadi karena lepasnya mukosa yang mengandung pembuluh darah kecil

Penyebab Mimisan

1.      Cuaca Panas
Pada saat cuaca di sekitar kita panas, maka kelembabanpun berkurang maka terjadilah bagian setrum mengering. Dan pada kondisi tersebut iritasitasi terjadi dan pendarahan keluar.
 
2.      Tumor
Mimisan juga dapat terjadi jika seseorang menderita tumor di rongga hidung yaitu angiofibroma. Tumor ini biasa ditemukan pada anak usia muda atau dewasa muda dan seringkali terlihat sebagai benjolan sebesar biji nangka berwarna merah keputihan di hidungnya.
 
3.      Saat Demam Berdarah
Dalam keadaan infeksi sistemik seperti demam bedarah anak juga dapat mengalami mimisan, biasanya ini pertanda bahaya pada kasus demam berdarah tersebut dan anak harus mendapatkan perawatan intensif. Pada keadaan demam berdarah mimisan seringkali diikuti perdarahan juga pada organ lain sehingga mimisan karena demam berdarah mudah dibedakan dari mimisan karena sebab lain.
Bahaya atau tidaknya mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya karena itu pertanda stadium berat.
Meski bagi kebanyakan orang, penyakit mimisan tidak terlalu berbahaya. Tapi, perlu anda sadari jika terus menerus dapat berefek yang lebih besar lagi terhadap diri anda. Nah, adapun cara mengatasi mimisan dengan cepat jika ada yang sedang terkena mimisan atau pendarahan pada hidung dapat di baca di bawah ini:

Cara Mengatasi Mimisan
·         Dudukkan penderita mimisan, agar hidung lebih tinggi dari jantung. Jangan suruh tidur telentang sebab aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan ke belakang.
·         Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri instruksi agar bernafas dari mulut.
·         Tekan cuping hidung selama kurang lebih lima menit.
·         Pada hidungnya bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
·         Bila setelah lima menit mimisan belum berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
·         Jika masih tetap berdarah, bawalah anak ke rumah sakit terdekat.

·         Jangan lupa, akan lebih baik setelah melakukan pertolongan pertama, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter.

SSumber : Sumber artikel dan sumber gambar


Kamis, 24 Oktober 2013

Ngamen


Ngeblog lagi setelah lama tak menjamah tuts-tuts keyboard laptop ini.
Kebebasan ngeblog sudah dirampas oleh soal-soal UTS yang sangat menguras waktu (buat belajar dan bikin kerepekan). Belajar disini bukan maksud membaca dan memahami tapi memaksa tuk memahami materi-materi dosen yang luar biasa hebatnya, apalagi yang namanya mata kuliah peramalan, ndak ada catetan ditambah handoutnya berbahasa asing {lengkap sudah penderitaan}.
kerepakan diatas bukan berarti nulis kecil-kecil di kertas buat di bawa waktu ujian atau fotocopy slide yang diperkecil sampai kecil banget, bukan begitu. Sama sekali bukan begitu, itu mah gayanya anak SMA banget. Kerepekan disini halal, serius halal. Sudah diuji sama MUI, ya kerepekan atau kerennya resume emang di perbolehkan sama dosen mengingat mata kuliahnya yang penuh dengan rumus bertabur bintang jadi ya dihalalkanlah repekan tersebut, tetapi sayangnya Cuma 1 mata kuliah doang yang yang makai aturan itu, coba semua. Betapa indahnya UTS ini..
Setelah 10 hari berkutat dengan soal-soal pilihan tiba saatnya  meraih kemerdekaan, teman-teman kelas pada liburan ke pulau sempu tapi entah kenapa tidak terlalu tertarik dan sebagian sisanya memilih pulang kampung. Dari pada 3 hari berakhir sia-sia maka ngebolang jadi piihan dan tujuannya adalah jogjah, Jogjah aku datang..
Awalnya sih pengen naek sepeda motor tapi mengingat si supra belum di servis maka jadilah berangkat ngebis. Start dari terminal Landungsari dengan tujuan jombang, rencananya pengen mandiri eh malah di bis ketemu sama Hanin, Tiara dan Dian. Ketemu mereka ini mah rasanya kayak kuliah. Hampir 3 jam bis puspa indah penuh penumpang dan penuh sesak meliuk-liuk melewati lika-liku jalur malang-jombang. Sampai jombang ganti bis. Hanin dan Tiara ke ponorogo, Dian turun terminal jombang dan aku ke jogja. Karena buta bus jurusan  jogja akhirnya naiklah bus EKA dan ternyata ini bus ekskutif, what the <sensored>. Bukan karna nggak kuat bayar, bukan karena itu. Tetapi perjalanan terasa membosankan, cuma duduk diatas kursi empuk dibawah guyuran ac dan itu sangat membosankan. Ditengah kondisi seperti itu tidur adalah pilihan terbaik ditambah suara Ebiet G Ade yang mendayu-dayu di speaker bis. Sampai Jogja jam 11 malam setelah sebelumnya transit makan di ngawi.
3 hari di Jogja ya seperti liburan biasa, ke tempat wisata sama teman lama dan hari minggu kembali ke kota malang. Dari jogja jam 10an naik bis ekonomi tujuan solo dengan ongkos 10 ribu. Ini bis benar-benar bis ekonomi, tanpa kipas apalagi AC dan tak lebih dari sauna berjalan. Satu jam perjalanan mungkin ada sekitar  5 musisi jalanan yang silih berganti memetik gitar atau menabuh gendang sembari berdendang. Turun 1 naik 1 lagi, begitu terus sampai terminal solo langsung nyambung bis tujuan surabaya, kali ini lebih nikmat, naik bis ekonomi tapi berAC. petikan gitar pengamen mendendangkan lagu musisi legendaris Gesang membawa bis keluar dari terminal Tirtonadi solo. Lagu keroncong yang dibawakan sedikit pop membawa ketenangan ditengah panasnya kota solo yang tak mampu ditahan AC bus ini. Sepanjang perjalanan solo sampai surabaya entah sudah berapa pengamen yang bergantian naik turun bis untuk menjual suara dan genjrengan gitarnya. Naik Bis ekonomi seperti itu tak ubahnya seperti mendengarkan radio. 6 jam perjalanan disuguhi musik dan lagu dari berbagai macam aliran mulai dangdut koplo yang lagi ngetrend sampai lagu-lagu underground yang dibawakan pengamen berdandan anak punk.
Sekarang mengamen sudah menjadi suatu pekerjaan yang banyak di gandrungi orang, dimanapun tempatnya pengamen selalu ada, jenis-jenis pengamen juga banyak mulai dari yang bernyanyi solo sampai pengamen yang lebih mirip anak band dengan peralatan lengkap. Kadang sering kesal dengan pengamen yang tak tau waktu. Waktu jam istirahat mereka datang ngejreng gitar sambil benyanyi, kalau tidak diberikan uang mereka kadang tidak bakal pergi, jadinya mau ndak mau ya yang waras ngalah.
Lain pengamen bis lain lagi pengamen rumahan. Pengamen rumahan ini jauh lebih ngeselin dibandingkan pengamen bis. Kebanyakan mereka tidak mengenal waktu mengamen. Banyak cara agar pengamen tidak datang ke rumah, salah satunya adalah dengan menempel tulisan besar dan mencolok di depan rumah “NGAMEN GRATIS” atau yang lebis kreatif seperti yang dilakukan anak kontrakan tetangga yang menempelkan tulisan “NGAMEN HARUS LAGU KOREA, SELAIN ITU GRATIS”.walau terkadang ada saja pengamen yang tak tahu diri, jelas-jelas ada tulisan tetap saja asyik memainkan gitarnya. Pengamen seperti ini adaah pengamen yang Kepedean dan percaya diri kalau suaranya bagus atau pengamen yang memang buta huruf.
Pernah juga menemukan pengamen waktu lagi ngopi, Pengamen dengan badan besar, pakai kemeja berbahan jeans, celana pendek jeans dan berpantofel, cukup kerenlah untuk ukuran seorang pengamen. Memainkan gitarnya sambil bernyanyi lagu melow dari meja ke meja sampai semua meja disinggahi. Selepas meja terakhir dan sudah banyak rupiah yang dikumpulkan dia duduk di salah satu meja dimana disana ada 2 orang temannya, ternyata dia juga pengunjung warung kopi yang nyambi jadi pengamen. Lumayan juga bisa ngopi gratis bahkan untung. 
Mengamen bukan kejahatan asalkan tidak memaksa orang untuk mengeluarkan rupiahnya. Mengamenlah dengan santun, jika orang tidak terganggu dan senang maka ia akan tulus ikhlas memberi.

Senin, 14 Oktober 2013

Suporter "Karbitan"


Korea dikalahkan..
Sorak sorai pencinta sepak bola negeri ini pecah kala Indonesia U-19 mengalahkan negeri Gingseng Korea Utara.Tiga gol dari Evan Dimas hanya bisa di balas dengan dua gol dari tim negeri boyband.
Setelah pertandingan media sosial ramai,mulai dari suporter militan yang tega tidak makan demi beli tiket pertandingan sampai cewek-cewek labil yang baru pertama kali nonton bola meramaikan dunia maya dengan haru merah kemenangan Indonesia U-19.Memang seperti inilah Indonesia,semua orang akan berduyun-duyun mengaku sebagai suporter Indonesia ketika Indonesia menang,tidak ada yang salah memang dari suporter jenis ini,cuma jijik saja melihat suporter yang seperti ini.Kalian yang bersorak hanya ketika Indonesia menang tidak lebih dari seorang penjilat yang cuma mau di bilang eksis,tidak mau takut ketinggalan.
Masih segar di ingatan kita ketika piala AFF 2010,Indonesia yang ketika itu sangat superior dengan mengalahkas lawan-lawannya mulai dari babak penyisihan sampai semifinal dan seperti biasa suporter karbitan muncul,ikut bernyanyi di media sosial seakan-akan dia adalah salah seorang pencinta bola sejati dengan segala kebanggaannya mendukung Indonesia,tapi kemana supoter itu setelah di final Indonesia dikalahkan negeri jiran ?
Setahun kemudian asa kembali datang ketika Indonesia U-23 berlaga di ajang sea games,suporter karbitan yang muncul musiman kembali datang,penampilan apik Indonesia U-23 saat penyisihan sampai semifinal kembali kandas ditangan negeri jiran melalui drama adu pinalti,media sosial yang tadinya ramai dengan gembar gembor kemenangan dan permainan bagus Gunawan Dwi Cahyo cs seketika berubah menjadi celaan dan hinaan para suporter labil.saya masih ingat yang menjadi pesakitan saat itu adalah Ferdinand Sinaga.Kegagalannya menjadi eksekutor terakhir Indonesia menjadikannya sebagai bulan-bulanan di media sosial.sampai sebuah kalimat sangat tajam terucap "ketika kamu hanya bisa mencela ketika Timnas kalah,jangan pernah ikut teriak ketika timnas menang".Tidak salah memang ketika kata-kata itu terucap karena memang yang kita dukung adalah Tim Nasional Indonesia bukan timnas menangan.
Buat kalian yang merasa suporter ababil dan karbitan yang sekarang menyanjung tinggi Evan Dimas,apakah kalian masih tetap menyanjungnya jika saja Indonesia kalah dari Vietnam ketika adu pinalti dimana saat  itu Evan Dimas gagal mencetak gol ?
Suporter sejati selalu mendukung saat timnya menang dan tak henti-hentinya menyemangati saat tinya kalah.Suporter sejati bukan suporter yang hanya muncul ketika timnya menang saja apalagi hanya ikutan euforia sesaat hanya untuk ikut-ikutan.

sumber gambar : http://sehat-untuksemua.blogspot.com/2011/10/aksi-aksi-suporter-indonesia.html

sekedar nyoret

Kalau ngebaca isi blog ini,keliatan banget kalau lagi mengalami "labil hati".
Apa yang dikatakan di postingan awal pasti berubah di postingan yang terbaru,benar-benar tak ada singkronisasi postingan.
Mungkin tulisan ini juga salah satu dari postingan yang tak setema dangan postingan yang lama dan bisa jadi akan ada postingan lain yang tak setema dengan postingan ini.
Pencarian jati diri masih berjalan,yang terjadi terjadilah,hari esok masih panjang jika tuhan menghendaki umur kita.