Weeee,Selamat pagi semua.
Adik-adik SMA yang kelas XII udah pada beli koran
belum ?
Namanya ada ?
Alhamdulilah,sujud syukur dek cium tangan ayah ibu dan
jangan coret-coretan sambil konvoi.itu asli anak kampung banget.sumpah
coret-coretan itu ndak ada keren-kerennya,alangkah baiknya baju itu disumbangin
buat yang membutuhkan,amal jariyah buat bekal nanti.#mendadakbijak
Lulus SMA itu bukan akhir dari semuanya setelah 12
tahun pakai seragam dari merah putih,biru putih dan abu-abu putih,tapi lulus
SMA itu adalah akhir dari kehidupan bahagia remaja,kalian akan memasuki dunia
kampus atau kerja yang itu semua adalah dunia nyata yang sebenarnya.sekarang
liat aja,kalian udah pusing kan menentukan jurusan apa dan di kampus mana
kalian akan melanjutkan.bagi yang sudah punya pilihan kalian dihadapkan pada
saingan kalian,ribuan bahkan puluhan ribu orang yang mendaftar untuk satu
jutusan,well inilah persaingan yang
sesungguhnya.
Jadi teringat 3 tahun lalu,perjuangan dan stres-stresnya
jadi kelas 3.flashback sedikit..
3 tahun lalu waktu masih SMA,bingung mau kuliah dimana
dan jurusan apa,bolak balik cari di internet tentang prospek kerja tiap jurusan
dengan segala pertimbangak kemampuan tentunya.Sampai pada suatu jam
istirahat,kantin SMA 1 mataram pasti ramainya minta ampun dan bagi kelas 3 udah
ndak ada selera buat ke kantin,bukan karena menunya itu-itu aja dari awal masuk
SMANSA tapi cangkrukan depan kelas mengingat umur di sekolah sebentar lagi jauh
lebih asyik daripada berdesakan dikantin kecil penuh sesak.Banyak juga yang
waktu istirahat memilih sholat duha di mushalla,semester genap musholla Smansa
saat istirahat pengunjungnya 2x lebih banyak dari biasanya dan itu isinya
sebagian besar anak kelas 3,ini nyata.kembali ke bingung kuliah,siang itu iseng
liat pengumuman di mading ruang BK dan ada satu poster yang menarik hati,poster
USMI IPB.lihat-lihat jurusan yang ditawarkan ada satu yang menarik
hati,STATISTIKA.Esoknya mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkandan mendaftar kolektif via
guru BK.Bogor tunggu aku.
Beberapa saat setelah itu,waktu itu lagi try out dapat
informasi kalau dari SMANSA yang keterima IPB hanya 2 orang dan disitu tidak
ada namaku,ya ini sudah takdir mungkin.tak lama setelah itu ada tes masuk
Universitas Brawijaya,kebetulan tempatnya di sekolahku dan daftar lagi dengan
pilihan jurusan yang sama,statistika.tesnya,lumayanlah.setelah UN berakhir,ada
tes UGM lagi dan sebagai siswa pemburu
kuliah akhirnya ikut daftar lagi dan yang dikejar sama,statistika.ndak tau
kenapa selalu statistika.
Waktu berlalu,sehabis UN yang dikerjakan cuma
jalan-jalan sama teman,nonton tipi dan menunggu nasib.Sampai akhirnya hari itu
tiba,pengumuman di kedua universitas tersebut.Harinya sama,Cuma jamnya yang
beda.UGM jam 6 pagi Ub beberapa jam
setelahnya kalau ndak salah dan
jackpot.yang tertulis dilayar saat itu adalah
Shock,pasti.2 Universitas menolak bersama-sama.dan
tempat curhat pertama saat itu bukan pacar,bukan,tapi mama.dan saat-saat
seperti itu adalah saat dimana mama adalah orang yang paling bijak dan
motivator paling handal.
Akhirnya saat itu juga daftar bimbel,di GO
Mataram,satu setengah bulan ditempa dengan soal-soal,senin-samai jumat kudu memeras otak
lagi,bersaing dengan otak-otak yang lainnya.Sampai waktu SNMPTN tiba,pilihan
pertama STATISTIKA UB dan pilihan kedua Pendidikan Matematika Unram.
Saat pengumuman SNMPTN,seperti cerita FTV yang selalu
happy ending,aku resmi diterima di Universitas Brawijaya,program studi
Statistika jurusan Matematika.
Semakin berat pengorbanan dan perjuangan,semakin indah pula rasa ketika kita mendapatkannya.Sekali lagi selamat buat kelas 3 yang lulus setelah melalu cerita panjang SMA.ingat,masa SMA adalah masa terindah,high school never end.
perjuangan baru saja dimulai,kalau kata raditya dika disalah satu bukunya.
"jangan takut dengan ribuan orang yang menjadi sainganmu,ingatlah dulu ketika kamu masih menjadi sperma kamu telah berhasil mengalahkan jutaan sperma lain dalam mencapai ovum".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar