Saya termasuk orang yang gampang tidur, berbagai macam sebutan sering orang sematkan. Mulai dari pelor (nempel molor), turuan, anak TK dan sebagainya. Tidur kan kebutuhan, jadi sewajarnyalah kalau saya berusaha untuk memenuhi kebutuhan saya (dan tubuh) untuk berisitirahat.
Gampang tidurnya saya ya segampang itu, mau dimanapun, posisi apapun kalau sudah ngantuk ya tidur. Mulai sadarnya saya gampang tidur itu waktu kuliah, kalau pas SMA kan masih di rumah, jarang keluar jadi masih menganggap tidurnya itu normal.
Pas kuliah dulu ikut UKM (Unit kegiatan mahasiswa bukan usaha kecil menengah), seperti UKM di Brawijaya pada umumnya, punya sekretariat dong. Namanya mahasiswa ya, rapat rapat atau persiapan kegiatan kebanyakan malam hari. Biasanya selesai rapat dan sebagainya itu jam 9an malam dan itu adalah jam tidur saya. Uniknya, di sekret UKM itu dulu ada kasur, entah sudah berapa tahun kasur itu disana dan berapa puluh orang yg pernah tidur disana. Jangan bayangkan bentuknya (karena sudah tidak berbentuk sama sekali, kapuk dari kasur itu hanya tinggal berasa di pinggir pinggirnya saja) tetapi entah kenapa tetap saja nyamaaan. Selesai rapat itu biasanya ada yang langsung pulang ada pula yang ngobrol ngobrol dulu dan kalau saya yang paling sering adalah tiduran (bisa di kasur atau di manapun dalam sekret) yang akhirnya ketiduran. Bangun bangun sudah sepi, pintu kekunci dan lampu kadang mati kadang ditunggal hidup sama yang lain. Saya biasanya itu terbangun jam 2an, bangun jam segitu di UKM itu kadang semeriwing sih. Cuma yaudah bodo amat. Kalau udah bangun gitu biasanya yang pertama kali dicari adalah kunci dimana, karena setiap yang terakhir pulang biasanya pintu dikunci dari luar dan kuncinya di selodorin lewat bawah pintu (pahamlah maksudnya ini). Kalau tidur di UKM dan bangun jam 2 itu kadang bangun langsung pulang ke kontrakan kadang pula mager banget terus lanjut tidur sampe pagi.
Masih di jaman kuliah dulu, kata orang kopi itu bikin nggak ngantuk tetapi itu todak berlaku pada saya. Seinget saya pernah tuh 2 kali pergi ngopi malam malam, yang pertama itu di payung (tempat ngopi di batu, modelnya seperti warung di atas kota batu, warungnya sekat sekat gitu). Waktu itu ada teman dari lombok datang, pergi ke patung ber4, sekitar jam 9an, pesan kopi sama cemilan buat ngobrol. Kopi abis saya malah tidur. Di bangunin pas udah mau balik. Yang kedua pas ngopi sama temen temen kelas di daerah bunga bungaan, sama tuh abis ngopi malah ketiduran, tidurnya duduk terus kepala dimeja dengan ditopang tangan yang dilipat.
Pernah juga pas di pesawat dari Juanda ke Halim, waktu itu penerbangannya Malam. Mulai dari duduk pesawata (belum take off) udah langsung tidur dan bangun itu pas pesawat udah benar benar berhenti di Halim. Dan kata Mbak Dewi (waktu itu sama dia) selama perjalanan itu hujan deras, turbulensi ya namanya itu beberapa kali sampai ada yang sudah istigfar beberapa kali di dalam pesawat dan saya nyenyak tidur.
Tidur kan kebutuhan ya, agak susah sih melawan kantuk. Saya tipe orang yang kalau sudah ngantuk ya harus tidur, sebodo amat ada tugas kuliah yang besok pagi harus di kumpulkan atau ada apapun itu. Saya mending tidur dulu terus nanti bangun ngerjain tugas dibandingkan harus begadang memaksakan diri. Di kantor pun kalau sudah ngantuk banget mending tidur dulu baru pulang.
Seperti olahraga, tidur pun penting bagi tubuh. Kalau kau tak rajin berolahraga minimal biarkan tubuhmu beristirahat.
Salam tidur
Batik Air Jakarta Surabaya
24-8-2018
10.42 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar