Tulisan kali edisi jomblo tapi khusus buat yang punya pasangan.
Lho ???
Nggak selamanya jomblo itu hina,jomblo hina itu cuma bikinan akun-akun anonim twitter yang ngarep retweet dari followersnya doang,akun-akun yang sok-sokan bikin malam minggu jadi bersuasana horror buat yang sedang jomblo.padahal malam minggu sama kok kayak malam-malam biasa,sama-sama ngak ada matahari yang menyinari dan sama-sama gelap dalam kesendirian.
ahahaOke,langsung ke topik permasalahannya saja.
Jadi begini,kemarin makan di warung (makan) langganan,modelnya semacam warung tegal gitulah kalau orang bisa menyebutnya
,tapi for your information (FYI kalau anak gahol biasa nyebutnya) di Malang sini nggak pernah ada orang yang bilang kalau warung seperti itu adalah warung tegal,padahal kalau di tempat lain pasti orang menyebutnya warteg (warung tegal).Kemungkinan karena yang jualan bukan orang tegal kali ya,tapi kalau mau disebut warmal (warung malang),sangat tidak familiar,bahkan sangat terasa aneh.Memang inilah istimewanya Malang,selalu berbeda dengan daerah lain.Salah satu contoh lain yang dari ke"istimewaan" Malang dalam penyebutan adalah dalam menyingkat Soekarno-Hatta,jika di tempat lain segala sesuatu yang mengandung kata Soekarno-Hatta,entah itu sebagai nama bandara,jalan atau apapun pasti disingkat SOETTA.Tapi kalau orang Malang punya bahasa sendiri untuk menyingkat nama kedua orang Bapak Proklamator tersebut,SUHAT.Singkat,padat,jelas dan dibibir jauh lebih mudah untuk dilafalkan.
,tapi for your information (FYI kalau anak gahol biasa nyebutnya) di Malang sini nggak pernah ada orang yang bilang kalau warung seperti itu adalah warung tegal,padahal kalau di tempat lain pasti orang menyebutnya warteg (warung tegal).Kemungkinan karena yang jualan bukan orang tegal kali ya,tapi kalau mau disebut warmal (warung malang),sangat tidak familiar,bahkan sangat terasa aneh.Memang inilah istimewanya Malang,selalu berbeda dengan daerah lain.Salah satu contoh lain yang dari ke"istimewaan" Malang dalam penyebutan adalah dalam menyingkat Soekarno-Hatta,jika di tempat lain segala sesuatu yang mengandung kata Soekarno-Hatta,entah itu sebagai nama bandara,jalan atau apapun pasti disingkat SOETTA.Tapi kalau orang Malang punya bahasa sendiri untuk menyingkat nama kedua orang Bapak Proklamator tersebut,SUHAT.Singkat,padat,jelas dan dibibir jauh lebih mudah untuk dilafalkan.
Kembali ke bahasan tentang warung malang tadi,sebelumnya cerita dulutentang denah lokasi dari warung makan ini.Warung ini berpentuk persegi panjang ukuran 4 X 6 meter,disana ada etalase berisi lauk-pauk yang dijual,etalase tersebut nyambung dengan meja yang terdiri dari bangku kayu panjang (silahkan membayangkan warteg walau ini bukan warteg).Kalau makan di tempat biasanya hanya cukup untuk 6-7 orang,sekali lagi 6-7 orang.Waktu datang ke warung (makan) tersebut sedang agak rame,ada 5 orang yang sedang makan disana,3 pria dan 2 wanita kemudian tentukan berapa kemungkian yang mungkin terjadi jika dipasangkan tepat 2 pria dan 1 wanita tanpa memperhatikan urutan.Skip skip,ini bukan materi probabilitas.Dari 3 pria dan 2 wanita tersebut ternyata terdapat 2 pasangan yang (sepertinya) berpacaran dan secara otomatis ada 1 pria yang tidak ada gandengannya(rada ngenes dikit).
Alhasil,aku masuk ke warung tersebut dan memesan makanan ala anak kost yaitu kombinasi nasi,tewel (sayur nangka),dadar jagung dan telur bali,ini menu sudah mewakili 5 sehat yang diajarkan guru-guru SD dulu.Hal yang aneh di warung ini adalah warung ini cuma berisi 5 orang tapi kenapa tempat duduknya terasa penuh.Banyak hipotesis-hipotesis yang muncul di otak ketika menghadapi kasus seperti ini,merasa tertantang harus menggunakan uji apakah jika ingin menjawab hipotesis tersebut.Apakah harus menggunakan uji chi square, uji T berpasangan atau bahkan ANOVA ? tidak tidak tidak perlu pakai statistika,cukup dengan jawaban ngawur saja kita akan mendapat jawabannya,ngawur tapi benar (seperti judul buku Sudjiwotedjo) bahwa entah kenapa orang yang pacaran pasti menghabiskan banyak tempat,faktanya seperti itu.
Setelah satu per satu pasangan tersebut pergi meninggalkan warung,Si ibu yang punya warung pun memulai percakapan
PW = pemilik Warung
PM = pembeli Warung (baca SAYA)
PW : nak,itu 4 anak yang pacaran kok makannya lama banget ya.Gak ngerti kalau tempat makannya kecil gini.kasian yang lain,ndak dapat tempat
PM : Namanya orang pacaran Bu.dunia kan punyanya mereka,yang lain ngontrak.
PW :tapi seharusnya mereka ngerti tempatlah,warung kayak gini jadi tempat pacaran ya nggak cocok.
Oke,yang dapat kita ambil daripercakapan (curhatan) ibu warung tersebut adalah bagi kalian yang berpacaran,kalau ingin berduaan tolong lihat tempat.Warung makan biasanya tidak punya tempat yang luas buat orang berpacaran karena memang disetting hanya sebagai tempat makan,"habis makan,bayar,pulang".karena setelah kita pulang maka akan ada orang lain yang akan menggunakan kursi dan meja yang barusan kita duduki. Berbeda halnya dengan cafe-cafe yang memang menawarkan tempat dan suasana sebagai hal nomor satu yang dijual,menu yang ditawarkan hanya pelengkap saja. Itu kenapa bisanya di cafe-cafe seperti itu harganya "lebih" dari tempat biasa,karena yang dibeli oleh konsumen adalah tempatnya, yang mahal itu tempatnya. Air mineral saja harganya bisa sampai 2-3 kali lipat dibandingkan dengan harga yang ditawarkan para pedagang asongan di lampu merah atau terminal.
Kalau di atas aku menuliskan kalau orang pacaran itu makan tempat,memang iya.Observasi sederhana yang bisa dilakukan,cobalah ke taman-taman atau tempat umum yang menyediakan tempat duduk. Bangku panjang yang muat untuk 5 orang hanya akan terisi oleh 2 orang jika diisi oleh orang yang berpacaran. Itu juga terjadi di bangku-bangku yang ada di mol-mol. Jadi teringat keisengan anak Tegazs, ceritanya waktu itu lagi jalan-jalan ke alun-alun Batu,karena kita ramai muncullah keisengan untuk mengganggu orang. Entah siapa otak dari segala kejahatan ini, kita membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 anak yang tanpa permisi langsung duduk di samping orang yang lagi pacaran bahkan sampai ada yang berfoto-foto ria. Orang sedang asyik berduaan menguasai bangku alun-alun sambil bermesraan melihat keindahan alun-alun dengan komidi putar warna warni ditambah taburan bintang yang dengan indahnya bersinar kedatangan bocah-bocah yang sudah bukan ABG lagi tiba-tiba duduk di sebelah meraka,tidak sekedar duduk tapi berbicara dengan keras dan foto-foto. Entah sumpah serapah apa yang di ucapkan pasangan tersebut dalam hati sebelum meninggalkan bangku yang telah "berhasil" dikudeta oleh anak-anak iseng. "Tidak selamnya orang berpacaran itu menjadikan dunia milik sendiri dan yang lain hanya ngontrak jika telah muncul keisengan dari gerombolan anak-anak iseng".
Segala sesuatu memiliki tempatnya tersendiri. Hal yang baik jika berada di tempat yang salah maka akan menjadi salah.
Setelah satu per satu pasangan tersebut pergi meninggalkan warung,Si ibu yang punya warung pun memulai percakapan
PW = pemilik Warung
PM = pembeli Warung (baca SAYA)
PW : nak,itu 4 anak yang pacaran kok makannya lama banget ya.Gak ngerti kalau tempat makannya kecil gini.kasian yang lain,ndak dapat tempat
PM : Namanya orang pacaran Bu.dunia kan punyanya mereka,yang lain ngontrak.
PW :tapi seharusnya mereka ngerti tempatlah,warung kayak gini jadi tempat pacaran ya nggak cocok.
Oke,yang dapat kita ambil dari
Kalau di atas aku menuliskan kalau orang pacaran itu makan tempat,memang iya.Observasi sederhana yang bisa dilakukan,cobalah ke taman-taman atau tempat umum yang menyediakan tempat duduk. Bangku panjang yang muat untuk 5 orang hanya akan terisi oleh 2 orang jika diisi oleh orang yang berpacaran. Itu juga terjadi di bangku-bangku yang ada di mol-mol. Jadi teringat keisengan anak Tegazs, ceritanya waktu itu lagi jalan-jalan ke alun-alun Batu,karena kita ramai muncullah keisengan untuk mengganggu orang. Entah siapa otak dari segala kejahatan ini, kita membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 anak yang tanpa permisi langsung duduk di samping orang yang lagi pacaran bahkan sampai ada yang berfoto-foto ria. Orang sedang asyik berduaan menguasai bangku alun-alun sambil bermesraan melihat keindahan alun-alun dengan komidi putar warna warni ditambah taburan bintang yang dengan indahnya bersinar kedatangan bocah-bocah yang sudah bukan ABG lagi tiba-tiba duduk di sebelah meraka,tidak sekedar duduk tapi berbicara dengan keras dan foto-foto. Entah sumpah serapah apa yang di ucapkan pasangan tersebut dalam hati sebelum meninggalkan bangku yang telah "berhasil" dikudeta oleh anak-anak iseng. "Tidak selamnya orang berpacaran itu menjadikan dunia milik sendiri dan yang lain hanya ngontrak jika telah muncul keisengan dari gerombolan anak-anak iseng".
Segala sesuatu memiliki tempatnya tersendiri. Hal yang baik jika berada di tempat yang salah maka akan menjadi salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar