Minggu, 22 September 2013

GWS (ingat sehat)




Ingat lima perkara, sebelum lima perkara.
Begitulah bunyi Hadits Nabi Muhammad SAW.
Salah satu dari lima perkara tersebut adalah Ingatlah sehatmu sebelum datang masa sakitmu.
ya, terbaring sakit itu ndak enak..

Sakit itu datangnya ndak pernah bilang-bilang. Datang seenaknya aja,kan kalau datang bilang-bilang bisa dipersiapkan segala sesuatunya. Seperti bertamu, kalau bertamu bilang dulu ke yang punya rumah kan setidaknya yang punya rumah bisa menyiapkan hidangan minimal teh panas. ckalau bertamu ndak bilang-bilang terus yang punya rumah kebetulan gulanya lagi habis gimana mau bikin teh, jadilah tamu yang tau diri ndak suka ngerepotin tuan rumah.

Sekarang lagi demam. Walaupun siang ini badan ndak sepanas tadi malam sih, sudah agak mendinganlah. Sepanjang sejarah panas yang menyerang tubuh saya itu biang keladinya cuma satu,Amandel. Ya dia satu-satunya tersangka utama dalam naiknya suhu tubuh saya. Gimana nggak nuduh itu amandel, nelan liur aja tenggorokan rasanya sakit banget, udah gitu telinga rada gatal dan salah satu lubang hidung tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Badan panas kayak gini jadi ngingetin waktu TK dulu, kena penyakit yang harus membuat saya terpenjara di rumah dan diatas kasur selama kurang lebih 2 minggu. Waktu itu, demamnya parah banget.Kalau sudah malam, penglihatan kabur semua, namanya anak kecil yang menangislah sepanjang malam sampai ketiduran, ketiduran pun karena capek menangis. Saking parahnya demam dulu itu sampai nggigo nggak jelas, yang paling saya ingat sampai sekarang adalah ketika di pagi hari terbangun kemudian kaget, di langit-langit kamar seperti melihat orang perang. Ini serius, sampai teriak-teriak ndak jelas. Itu menggigaunya yang rusak atau imajinasi saya ketika masih kecil di waktu sakit yang ketinggian. Waktu cerita ke Mama, yang dilakukan adalah tertawa, ya cuma tertawa. Jelas aja tertawa, mana ada perang diatas langit-langit kamar perumahan guru SD.

Waktu demam gini biasanya ke dokter dan selalu dari dulu kata dokternya sama, perbanyak minum air putih dan obatnya di kasih paracetamol. Karena hampir 12 tahun kalau sakit seperti ini nasihat, petuah dan obat dari dokter selalu sama maka sejak sakit seperti ini yang terakhir sekitar 7 bulan yang lalu saya tidak ke dokter, cukup beli paracetamol dan minum yang banyak dalam 2 hari sudah sehat lagi. tapi kali ini beda, karena kemarin waktu pulang bawa madu asli sumbawa ke Malang, jadilah paracetamol digantikan dengan madu  dan khasiatnya sekarang sudah agak mendingan, Insya Allah nanti malam sudah fit lagi.

Jadi teringat berita di Tipi kapan hari, tagline beritanya kalau tidak salah seperti ini
"SEHAT ITU MAHAL,DI NEGERI INI"
Kemudian isi beritanya adalah betapa besarnya biaya rumah sakit, dokter dan obat ketika kita sakit. Bayangkan saja harga kamar di rumah sakit sekarang sudah dalam hitungan ratusan ribu keatas, belum biaya dokternya yang aduhai apalagi kalau langsung ditangani spesialis ditambah harga obat yang ada beberapa obat yang perbutirnya seharga tiket pesawat Surabaya-Lombok. Jadi jangan pernah sakit di negeri ini, toh kalaupun terpaksa sakit maka kita harus berada di golongan orang kaya yang mampu membayar biaya-biaya itu semua atau golongan orang miskin yang punya kartu jaminan kesehatan masyarakat, punya kartu Asuransi kesehatan juga lumayanlah minimal dapat sewa kamar rumah sakit gratislah.


Oh iya, Makasih buat yang saya SMS tadi pagi-pagi. nanya kabar itu sebenarnya pura-pura biar kamu nanya balik.
hehe
Udah lama ndak seperti tadi, membicarakan banyak hal dengan pro kontra. Kita memang ndak pernah sejalan dalam beberapa hal, selalu saja ada yang berbeda, emang sih saya keras kepala tapi kamu juga kepala batu.
Sama saja.
Tapi debat kecil seperti itu yang membuatmu spesial, yang kita lakukan sekarang memang tak akan pernah seindah dulu, tapi saya menikmatinya.
:)

Malang,23-9-2013

2 komentar:

  1. gak iso move on blasssss ..
    entahlah kadang" suka bingung sendiri jodoh itu terkait saling memantaskan gak sih?
    atau atau
    aku juga bingung , hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketum iki mesti kepo.
      haha
      bicara jodoh itu ribet.
      terkadang yakin kalau dia yang terbaik dan suatu saat akan kembali dan tidak jarang pula berfikir kalau semua ini hanya pengharapan,pengharapan yang tak pernah jadi kenyataan.

      Hapus