Alarmku berbunyi,entah sudah berapa kali.dengan malas kuraba
sekeliling tuk mencari sumber bunyi itu.alarm kumatikan dan kulihat angka 04:15
tercetak di HP samsungku.Samar-samar terdengar suara azan memecah keheningan di
pagi buta itu.Sudah pagi ternyata,kulangkahkan kaki menuju kamar mandi yang
letaknya diluar rumah bagian belakang,sekitar 20 meteranlah dari kamar depan
yang kami tempati.di pagi yang masih gelap ini butuh mental yang cukup untuk ke
kamar mandi.harus memutar lewat depan rumah kemudian lewat samping,jalan
samping adalah jalan setapak yang membatasi tembok rumah yang tinggi khas
bangunan desa jaman dulu dengan kebun rambutan yang rimbun,tanpa ada
penerangan.rumah dan kamar mandi dibatasi semacam lapang beralaskan semen yang
biasanya digunakan untuk menjemur gabah hasil panen .tepat dibelah kamar mandi
berjajar 4 kolam ikan,satu kolam beisi mujair dan 2 kolam lainnya berisi ikan
koi sedangkan satu kolam lagi dibiarkan kosong.Kamar mandi dirumah ini memiliki
2 bak berukuran besar dan kecil dengan air dingin khas pedesanan yang mengalir
terus tanpa pernah berhenti. Waktu masih pagi,udara segar pedesaan dengan suara
burung berkicau saling bersahut-sahutan,bintang-bintang indah yang bertebaran perlahan mulai
menghilang tertutup sinar matahari yang perlahan mulai tampak.Desa
Gadungan,itulah tulisan besar yang terpampang di ketika baru memasuki desa
ini.Di sini akan menjadi tempat tinggal
kami selama 20 hari kedepan terhitung
sejak kemarin ketika Truk tentara menurunkan kami dihalaman rumah yang luas
ini.
Masih terasa pegal akibat menggotong 20an lebih koper,tas,kardus milik para wanita
ke rumah tempat mereka di dusun tetangga,dermosari. Koper yang beratnya nauzubillah ditambah jarak dusun
gadungan ke dermosari yang kurang lebih 4 kilometer cukuplah membuat keringat
dihari pertama.malam di hari pertama di desa gadungan adaah mengunjung kepala
dusun,kebetulan aku dan udin kebagian bertandang ke kepala dusun Sandang Rejo dan Sukosari..kita berdua yang
sama-sama buta jalan menerjang gerimis dimalam hari.Tujuan pertama adalah
sandangrejo,Dari Rumah yang kami tinggali jaraknya kira-kira 6
kilometerlah.Jalannya menanjak tapi sudah diaspal halus tapi gelapnya minta
ampun.gerimis,gelap,sepi dan ini adalah tempat asing.inilah Kuliah Kerja
Nyata.sampai juga di rumah pak kasun (kepala dusun) SandangRejo,sedikit ngobrol
ngalur ngidul tentang keadaan dusun dan kegiatannya akhirnya kita pamit untuk
menuju ke dusun selanjutnya,Sukosari.ternyata Dusun Sandang Rejo ke dusun
Sukosari itu Ujung ke Ujung.karena tugas akhirnya meluncur juga e daerah
Sukosari dan Jalannya tanjakan 30 derajat dengan keadaan jalan aspal makadam
(aspal batu yang bolong sana sini) ditambah ini habis hujan.Setelah sampai di Rumah
pak kasun Sukosari ternyata yang bersangkutan tidak ada dirumah.Beberapa saat
menunggu akhirnya si bapak pulang juga,Orangnya ramah banget.pak Kasun ini
namanya Chosin Nasution,langsung berfikir apakah bapak ini orang batak,ternyata
bukan,dia Orang Jawa asli.Bapak ini friendly banget,baru kenal saja sudah akrab
banget.Beliau Cerita keadaan Dusun Sukosari,keadaan ketika Gunung Kelud meletus
dulu sampai cerita ke hal-hal gaib yang ada disana.tak terasa sudah jam 11
malam sehingga cerita dari pak Chosin dipending dulu,kami harus kembali pulang.
| Senam Lansia |
dihari kedua KKN ,Sehabis mandi air dingin Blitar,para cowok
yang berjumlah 7 orang memulai pekerjaan rutin tiap pagi untuk 20 hari kedepan
yaitu jadi “ojek”.Ya jemput 22 orang kaum hawa yang tinggal didusun
sebelah.karena jatah motor Untuk KKN hanya boleh 5 motor dan apesnya desa kami
hanya ada 4 motor maka jadilah 4 motor ini akan mengarungi kerasnya aspal desa
luas yang berbukit-bukit dengan 7 dusun ini.Lembaran kerja pertama yang kami
lakukan adalah sosialisasi program kerja yang dipresentasikan langsung oleh
koordinator desa kami di hadapan seluruh perangkat desa,ketua RT dan perwakilan
warga.setelah acara tersebut kita memulai petualangan menjalankan konsep-konsep
yang telah direncanakan di Malang.20an lebih program kerja yang akan kami
kerjakan di desa ini.perlahan,timeline mulai berubah karena kami harus
menyesuaikan dengan kondisi warga disini.diawali dengan sosialisasi ke SD-TK
kemudian turut serta dalam posyandu Lansia sambil mengajarkan senam
lansia,Mengajrkan anak SD senam,pengetahuan tentang gosok gigi dan cuci
tangan,pelatihan dokter kecil dan melakukan percobaan sains sederhana.ngaji bereng
anak SD,membuat perpustakaan mini di basecamp.ikut arisan dan pengajian warga
desa sembari mempresentasikan cara daur ulang kertas,pembuatan minuman sehat dari
biji rambutan,penanaman anggrek dan program unggulan kami yaitu Kurma
salak.malam hari tak pernah sepi,nonton bareng jadi agenda wajib dan
ditunggu-tunggu.5 dusun dengan film yang sama,tendangan dari langit.sampai pada
malam puncak yaitu perpisahan kami dengan mengadakan pesta rakyat yang
menampilkan kesenian daerah dengan ditutup oleh pesta kembang api.
| Kerja Bakti |
| Pelatihan Hidup sehat |
20 hari di desa Gadungan bukan tanpa masalah,masalah pasti
ada tapi dengan masalah itu memperlihatkan bagaimana kita,29 orang yang
sebagian besar baru saling kenal dengan watak yang berbeda-beda mencoba
mencapai satu tujuan yang sama.20 hari yang terlalu singkat untuk membuat sebuah
keluarga baru,tapi terlalu cepat juga untuk ditinggalkan.kenangan dan
pengalaman selama 20 hari yang tidak mungkin didapatkan ditempat lain dengan
orang lain.Gadungan family,kata yang kita pilih untuk menghiasi bagian belakang
jaket kita sebagai kenang-kenangaan kalau kita pernah tinggal dan menggoreskan
tinta perjalanan hidup kita di desa ini.
Gadungan.
Kenang-kenangan dari Gadungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar