Jumat, 01 Maret 2013

KKN Desa Gadungan



Alarmku berbunyi,entah sudah berapa kali.dengan malas kuraba sekeliling tuk mencari sumber bunyi itu.alarm kumatikan dan kulihat angka 04:15 tercetak di HP samsungku.Samar-samar terdengar suara azan memecah keheningan di pagi buta itu.Sudah pagi ternyata,kulangkahkan kaki menuju kamar mandi yang letaknya diluar rumah bagian belakang,sekitar 20 meteranlah dari kamar depan yang kami tempati.di pagi yang masih gelap ini butuh mental yang cukup untuk ke kamar mandi.harus memutar lewat depan rumah kemudian lewat samping,jalan samping adalah jalan setapak yang membatasi tembok rumah yang tinggi khas bangunan desa jaman dulu dengan kebun rambutan yang rimbun,tanpa ada penerangan.rumah dan kamar mandi dibatasi semacam lapang beralaskan semen yang biasanya digunakan untuk menjemur gabah hasil panen .tepat dibelah kamar mandi berjajar 4 kolam ikan,satu kolam beisi mujair dan 2 kolam lainnya berisi ikan koi sedangkan satu kolam lagi dibiarkan kosong.Kamar mandi dirumah ini memiliki 2 bak berukuran besar dan kecil dengan air dingin khas pedesanan yang mengalir terus tanpa pernah berhenti. Waktu masih pagi,udara segar pedesaan dengan suara burung berkicau saling bersahut-sahutan,bintang-bintang  indah yang bertebaran perlahan mulai menghilang tertutup sinar matahari yang perlahan mulai tampak.Desa Gadungan,itulah tulisan besar yang terpampang di ketika baru memasuki desa ini.Di sini akan menjadi tempat  tinggal kami selama 20 hari kedepan  terhitung sejak kemarin ketika Truk tentara menurunkan kami dihalaman rumah yang luas ini.




Masih terasa pegal akibat  menggotong  20an lebih koper,tas,kardus milik para wanita ke rumah tempat mereka di dusun tetangga,dermosari. Koper  yang  beratnya nauzubillah ditambah jarak dusun gadungan ke dermosari yang kurang lebih 4 kilometer cukuplah membuat keringat dihari pertama.malam di hari pertama di desa gadungan adaah mengunjung kepala dusun,kebetulan aku dan udin kebagian bertandang ke  kepala dusun  Sandang Rejo dan Sukosari..kita berdua yang sama-sama buta jalan menerjang gerimis dimalam hari.Tujuan pertama adalah sandangrejo,Dari Rumah yang kami tinggali jaraknya kira-kira 6 kilometerlah.Jalannya menanjak tapi sudah diaspal halus tapi gelapnya minta ampun.gerimis,gelap,sepi dan ini adalah tempat asing.inilah Kuliah Kerja Nyata.sampai juga di rumah pak kasun (kepala dusun) SandangRejo,sedikit ngobrol ngalur ngidul tentang keadaan dusun dan kegiatannya akhirnya kita pamit untuk menuju ke dusun selanjutnya,Sukosari.ternyata Dusun Sandang Rejo ke dusun Sukosari itu Ujung ke Ujung.karena tugas akhirnya meluncur juga e daerah Sukosari dan Jalannya tanjakan 30 derajat dengan keadaan jalan aspal makadam (aspal batu yang bolong sana sini) ditambah ini habis hujan.Setelah sampai di Rumah pak kasun Sukosari ternyata yang bersangkutan tidak ada dirumah.Beberapa saat menunggu akhirnya si bapak pulang juga,Orangnya ramah banget.pak Kasun ini namanya Chosin Nasution,langsung berfikir apakah bapak ini orang batak,ternyata bukan,dia Orang Jawa asli.Bapak ini friendly banget,baru kenal saja sudah akrab banget.Beliau Cerita keadaan Dusun Sukosari,keadaan ketika Gunung Kelud meletus dulu sampai cerita ke hal-hal gaib yang ada disana.tak terasa sudah jam 11 malam sehingga cerita dari pak Chosin dipending dulu,kami harus kembali pulang. 
Senam Lansia

dihari kedua KKN ,Sehabis mandi air dingin Blitar,para cowok yang berjumlah 7 orang memulai pekerjaan rutin tiap pagi untuk 20 hari kedepan yaitu jadi “ojek”.Ya jemput 22 orang kaum hawa yang tinggal didusun sebelah.karena jatah motor Untuk KKN hanya boleh 5 motor dan apesnya desa kami hanya ada 4 motor maka jadilah 4 motor ini akan mengarungi kerasnya aspal desa luas yang berbukit-bukit dengan 7 dusun ini.Lembaran kerja pertama yang kami lakukan adalah sosialisasi program kerja yang dipresentasikan langsung oleh koordinator desa kami di hadapan seluruh perangkat desa,ketua RT dan perwakilan warga.setelah acara tersebut kita memulai petualangan menjalankan konsep-konsep yang telah direncanakan di Malang.20an lebih program kerja yang akan kami kerjakan di desa ini.perlahan,timeline mulai berubah karena kami harus menyesuaikan dengan kondisi warga disini.diawali dengan sosialisasi ke SD-TK kemudian turut serta dalam posyandu Lansia sambil mengajarkan senam lansia,Mengajrkan anak SD senam,pengetahuan tentang gosok gigi dan cuci tangan,pelatihan dokter kecil dan melakukan percobaan sains sederhana.ngaji bereng anak SD,membuat perpustakaan mini di basecamp.ikut arisan dan pengajian warga desa sembari mempresentasikan cara daur ulang kertas,pembuatan minuman sehat dari biji rambutan,penanaman anggrek dan program unggulan kami yaitu Kurma salak.malam hari tak pernah sepi,nonton bareng jadi agenda wajib dan ditunggu-tunggu.5 dusun dengan film yang sama,tendangan dari langit.sampai pada malam puncak yaitu perpisahan kami dengan mengadakan pesta rakyat yang menampilkan kesenian daerah dengan ditutup oleh pesta kembang api.
Kerja Bakti

Pelatihan Hidup sehat

20 hari di desa Gadungan bukan tanpa masalah,masalah pasti ada tapi dengan masalah itu memperlihatkan bagaimana kita,29 orang yang sebagian besar baru saling kenal dengan watak yang berbeda-beda mencoba mencapai satu tujuan yang sama.20 hari yang terlalu singkat untuk membuat sebuah keluarga baru,tapi terlalu cepat juga untuk ditinggalkan.kenangan dan pengalaman selama 20 hari yang tidak mungkin didapatkan ditempat lain dengan orang lain.Gadungan family,kata yang kita pilih untuk menghiasi bagian belakang jaket kita sebagai kenang-kenangaan kalau kita pernah tinggal dan menggoreskan tinta perjalanan hidup kita di desa ini.
Gadungan.

Kenang-kenangan dari Gadungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar