Jumat, 29 Maret 2013

Kualitas

Jumat sore nan mendung di kota malang,dari pagi bolak-balik liat fb twitter lama-lama membosankan juga.
mau nulis diblog malasnya minta ampun (bingung juga mau nulis apa).biar blog ini nggak mubazir,isinya nggak cuma tentang curhatan pribadi (yang kebanyakan galau).mau menulis (copy paste lebih tepatnya) tentang materi dan tugas-tugas kuliah,siapa tau bermanfaat.
Ini tugas Kuliah dari pak Darmanto waktu kuliah Statistika Pengendalian Mutu.Tugasnya kelompokan dulu,sekelompok sama Sasha,Lukman dan Agung.
Langsung aja,ini tugas pertama tentang Kualitas


 Tugas Statistika Pengendalian Mutu

1.Kualitas dan peningkatan kualitas
Kualitas adalah kecocokan penggunannya. Konsumen adalah pembeli produk yang digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk lain. Kecocokan menurut kosumen yaitu kemampuan memproses bahan baku dengan biaya rendah dan sisa yang minimal.
Ada 2 segi umum dalam kualitas
Kualitas rancangan: Variasi dalam tingkat kualitas ini memang disengaja.
Kualitas kecocokan: Yaitu sebarapa baik produk itu sesuai dengan spesifikasi dan kelonggaran yang disyaratkan oleh rancangan itu.
Ciri-ciri kualitas:
Fisik (panjang, berat, voltase, kekentalan)
Indera (Rasa, penampilan, warna)
Orientasi waktu (dapat dipercaya, dapat dipelihara, dapat dirawat)
Pengendalian kualitas yaitu aktivitas keteknikan dan manajemen yang dengan aktivitas itu kita ukur cirri- cirri kualitas produk, membandingkannya dengan spesifikasi / persyaratan dan mengambil tibdakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar.

2. Perbedaan dari dimensi – dimensi kualitas

2.1 Performance
Menunjukkan karakteristik utama suatu produk.  Ukuran performansi dari sebuah tamiya adalah kecepatan, dengan satuan meter per sekon (m/s) dan kemampuan tamiya untuk berjalan lurus yang dipengaruhi oleh kondisi roller. Sebab, orang pada umumnya membeli tamiya dengan tujuan sebagai sarana permainan dan mereka memainkannya untuk adu balap dengan tamiya lain.


2.2. Reliability
Merupakan dimensi kualitas yang menunjukkan kemungkinan suatu produk dapat berfungsi dengan baik dalam suatu periode waktu tertentu. Biasanya diukur dengan menggunakan waktu rata-rata kegagalan. Produk dikatakan awet, kalau sudah banyak digunakan atau sudah lama sekali digunakan. Bagi perusahaan, sebenarnya awet juga hal dilematis. Karena produk awet, maka pelanggan akan lama dalam membeli produk baru lagi dan tentunya dapat mengurangi kesempatan perusahaan untuk mendapatkan revenue lagi. Akan tetapi, apabila awet adalah hal penting dan ternyata perusahaan tidak menawarkan hal ini, pelanggan akan pindah kepada merek pesaing karena tidak puas. Suka atau tidak, memproduksi produk yang benar-benar awet adalah pilihan yang lebih baik. Walau pelanggan tidak membeli untuk waktu yang lama, perusahaan masih dapat berharap bahwa pelanggan akan menyebarkan word of mouth yang positif. Dimensi reliability produk tamiya dapat dilihat dari jangka waktu hingga tamiya mengalami kendala-kendala, seperti : mengalami kemacetan.

2.3 Durability
Merupakan ukuran dari umur suatu produk. Diukur dari waktu daya tahan produk tersebut, dimana produk tersebut lebih baik diganti daripada diperbaiki. Ukuran durability (Ketahanan) dari sebuah produk tamiya adalah jangka waktu sampai tamiya benar-benar rusak, tidak dapat berjalan, hingga harus diganti dengan yang baru.

2.4 Serviceability
Merupakan kecepatan, kemampuan dan kemudahan dalam perbaikan. Dimensi serviceability produk tamiya ditunjukkan oleh kesiapan dan kemudahan tamiya saat diperbaiki bila terjadi kerusakan. Produk tamiya tidak memiliki pusat servis khusus, tetapi apabila mengalami kerusakan komponen-komponennya mudah dijangkau karena tamiya dapat dibongkar pasang. 

2.5 Aesthetic
Merupakan ukuran, desain, rasa, suara, dan bau dari suatu produk. Dimensi aesthetic suatu tamiya dapat dinilai dari ukuran, bentuk/ desain dan warnanya.

2.6 Features
Merupakan item-item ekstra yang ditambahkan dalam suatu produk. Untuk produk tamiya, item ekstra yang ditambahkan misalnya remote control, baterai tamiya yang tahan lama.

2.7 Perceived Quality
Merupakan penilaian konsumen terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh merek-merek tertentu. Reputasi merk tamiya di mata konsumen menjadi tolok ukur kualitasnya.

2.8 Conformance to Standard
Merupakan tingkat dimana suatu produk dan jasa telah sesuai dengan spesifikasinya. Hal ini berkaitan dengan apakah tamiya tersebut telah lolos melewati beberapa pengujian kualitas. Dimensi ini dapat juga dilihat dari sertifikasi standar kualitas yang dimiliki oleh produk tamiya tersebut. Salah satu contohnya adalah Standar Nasional Indonesia.

3. Evolusi dari metode pertumbuhan kualitas modern

Teknik statistik dalam jaminan produksi dan kualitas mempunyai sejarah yang panjang. Dalam tahun 1924, Walter A. Shewhart dari Bell Telephone Laboratories mengembangkan konsep grafik pengendali statistik. Sampai akhir tahun 1920, Harold F. Dodge dan Harol G. Romig, kedua dari Bell Telephone Laboratories, mengembangkan sampling penerimaan berdasar statistik sebagai suatu alternatif pada pemeriksaan 100%. Pada pertengahan tahun 1930, metode pengendalian statistik sudah digunakan secara luas di Western Electric, sisi produksi Bell System. Tetapi, nilai pengendalian kualitas statistik belum dikenal secara umum oleh industr.
Setelah perang dunia kedua mulai terlihat bahwa teknik statistic perlu untuk mengendalikan kualitas produk. Kemudian terbentuklah Society for Quality Control pada thaun 1946. Selama tahu enam puluhan industry pertahanan dan ruang angkasa menggunakan secara luas program tanpa-cacat. Idealnya, program tanpa-cacat mempunya dua segi: segi motivasi, yang ditujukan guna membangkitkan semangat karyawan untuk mengurangi kesalahan mereka sendiri; dan segi pencegahan, yang ditujukan guna mendorong karyawan untuk membantu dalam mengurangi kesalahan sistematik.
Suatu program motivasi lain yang menarik perhatian luas adalah Perkumpulan Pengendalian Kualitas (PK) Jepang. Perkumpulan PK adalah suatu regu terdiri dari 10 karyawan dan pengawas di dalam suatu departemen perusahaan tunggal yang tujuannya utnuk melakukan studi yang meningkatkan efektivitas kerja dalam departemen itu. Di Jepang, program perkumpulan PK telah sangat berhasil. Diperkirakan sekitar 10 juta karyawan telah menjalani latihan dan ikut serta dalam studi proyek.
Telah terjadi juga beberapa penyesuaian konsep perkumpulan PK di industri barat, meskipun regu kerap kali mempunyai nama yang berbeda. Salah satu alasan bahwa organisasi produksi jepang mempunyai kemampuan yang luas dalam pengendalian kualitas statistik adalah karya Dr. W. Edwards Deming. Di negara ini Deming dan lain – lainnya menimbulkan kesadaran dalam industri tentang statistika pada umumnya dan pengendalian statistik pada khususnya.

4. Dalam mengontrol dan meningkatkan kualitas sangat dibutuhkan metode statistik karena sesuai dengan definisi statistik yang merupakan seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi berdasarkan pada suatu analisis informasi yang terkandung dalam suatu sampel dari populasi.metode statistik berperan penting dalam memberikan cara-cara pokok dalam pengambilan sampel produk,pengujian dan evaluasinya dan informasi didalam data tersebut digunakan untuk mengendalikan dan meningkatkan proses pembuatan.dengan smetode statistic juga bisa didapat informasi yang akurat yang dapat diterima oleh manajemen untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap produknya yaitu dengan mengurangi atau menambahkan bagian-bagian tertentu yang dapat meningkat dan menjaga kualitas suatu produk sehingga loyalitas konsumen terhadap produk terjaga.untuk menjaga kualitas tersebut juga harus dilakukan monitoring secara kontinyu sehingga setiap waktu dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi sehingga dengan cepat dapat ditanggulangi apabila terjadi kesalahan yang dapat menyebabkan cacat.dalam pengendalian kualitas juga 



5. Deskripsi Kualitas Menurut Beberapa Pakar Manajemen

W. Edward Deming :
Kualitas didefinisikan sebagai kesesuaian dengan permintaan pelanggan atau bisa dikatakan juga sebagai pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus-menerus. Disini terlihat bahwa kualitas merupakan suatu solusi yang tepat bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dari perusahaan tersebut dalam produksi, distribusi, pelayanan. Strategi Deming berfokus pada proses untuk mengeliminasi variasi karena sebagian besar variasi dapat dikendalikan oleh manajemen. Deming sangat yakin bahwa jika karyawan diberdayakan untuk memecahkan masalah, maka kualitas dapat disempurnakan terus menerus.

Joseph M. Juran :
Kualitas didefinisikan sebagai suatu kesesuaian dengan penggunaan. Menurut Juran, strategi perbaikan kualitas ditekankan pada implementasi proyek per proyek dan rangkaian tahapan terobosan. Ia juga menegaskan pentingnya identifikasi dan pemecahan atau elimnasi penyebab suatu masalah.Makna dari kualitas di sini menyatakan bahwa tiap-tiap produk digunakan sesuai dengan fungsi dari produk tersebut, misalnya penggunaan sepatu olahraga untuk berolahraga atau jaket untuk berlindung dari hawa dingin.
Konsep yang dikenal dari Joseph J. Muran adalah konsep trilogi kualitas yaitu, perencanaan, pengendalian, dan peningkatan atau perbaikan kualitas.

Armand V. Feigenbaum :
Kualitas didefinisikan sebagai kepuasan pelanggan sepenuhnya (full costumer satisfaction). Suatu produk dikatakan berkualitas apabila dapat memberi kepuasan sepenuhnya kepada konsumen, yaitu sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen atas suatu produk. Jadi dapat dikatakan pula kualitas adalah seluruh gabungan sifat-sifat produk atau jasa pelayanan mulai dari pemasaran, engineering, manufaktur, dan pemeliharaan di mana produk atau jasa pelayanan dalam penggunaannya akan bertemu sesuai harapan pelanggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar