Jumat, 21 Desember 2012

PEMBERI harapan PALSU


harapan yang selalu palsu



















PHP atau pemberi harapan palsu,kata yang sering keluar dari bibir para remaja.dari pengalaman bergaul dengan beberapa orang yang suka (sering,lebih tepatnya)  diPHP dapat dapat diambil devinisi kalau pemberi harapan palsu itu adalah orang  yang “berjanji” tapi hanya menggantungkannya tetapi disisi lain ada orang yang sangat berharap “janji” tersebut dapat direalisasikan.mengapa kata berjanji diatas menggunakan tanda petik ? karena eh karena dalam banyak kasus  janji dari si PHP itu jarang disebutkan secara lisan seperti janji pada umumnya.pada awalnya,dulu <sedikit mengungkit kisah lama> PHP itu identik dengan asmara dan segala yang terkandung didalamnya,lebih spesifik lagi PHP itu banyak dialami oleh pasangan yang sedang menjalani proses PDKT atau pendekatan,dimana ketika dua orang berbeda jenis kelamin sedang menjalani proses “penjajakan” yaitu proses saling mengenali satu sama lain untuk mencari kecocokan.permasalahannya ada disini,kalau di hipotesiskan akan menjadi

H0 : satu = yang lain (cocok) vs

H1 :minimal salah satu berbeda


Penulis belum bisa menemukan UJI apa yang tepat untuk menguji hipotesis diatas.
tanpa uji statistik,kita dapat mengambil kesimpulan jika H0 diterima maka hubungan dapat dilanjutkan ke proses berikutnya,tapi jika H0 ditolak maka akan ada 2 kemungkinan.

1.   Proses akan berhenti jika dan hanya jika kedua orang  sama-sama saling tidak cocok
2.   Proses akan berlanjut ke tahap 2 jika salah satu merasa cocok (disingkat MC) tapi tidak dengan orang yang satunya lagi(tidak merasa cocok atau TMC).

Jika kemungkinan kedua yang terpilih,maka akan ada tahap kedua.dalam tahap kedua ini juga ada 2 kemungkinan yang masih bisa terjadi,yaitu

1.   Si TMC akan menghilang dengan sendirinya yang mengakibatkan si MC  mau tidak mau harus mundur juga dengan perasaan sakit yang tidak terlalu sakit.
2.   Si TMC melanjutkan hubungan komunikasi  walau sudah tidak menaruh harapan pada si MC.dan si MC menaruh harapan besar pada si TMC.

Oke,PHP terjadi jika kemungkinan kedua yang terpilih.dimana Si TMC adalah si  PHP dan si MC adalah korban PHP (yang harus di #pukpuk tentunya).
Itu adalah sedikit hipotesis ngawur tentang PHP,kisah-kisah PHP banyak ditemukan dikalangan wanita,terbukti dari hasil survey (klik >> m.wolipop.detik.com/read/2012/12/18/080142/2121016/852/survei-58-wanita-jadi-korban-si-pemberi-harapan-palsu ).
kembali ke PHP,saat ini penggunaan kata PHP tidak hanya ditujukan kepada orang yang “menggantung” cinta,kata PHP sudah mengalami perluasan makna,PHP malah sudah menggantikan kata ingkar janji.dimana pada banyak kasus orang-orang lebih sering mengatakan “di PHPin dosen nih,udah aja belajar eh kuisnya ditunda minggu depan” padahal  menurut saya kalimat yang benar menurut EYD untuk kasus tersebut adalah “saya sudah belajar semalaman,tapi dosennya menunda kuis menjadi minggu depan”.okee sampai disini tulisan tentang PHP,mungkin nanti masih ada lanjutan tulisan ini (semoga bukan PHP).buat teman-teman yang merasa pernah atau sedang di PHPin ingat 

“PHP itu adalah ujian kesabaran,ujian yang sesungguhnya,ujian tanpa belajar dan tanpa soal.orang yang berhasil keluar dari kubangan perihnya PHP adalah orang yang  akan siap menerima orang lain apa adanya,kalian adalah orang yang diberikan kepekaan 10 kali lipat dari orang biasanya”.

Stop PHP sebelum di PHPin.

*tulisan tidak ilmiah ini ditulis tanpa ada unsur plagiarism.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar