Jumat, 08 Februari 2019

Depan toko buku

Percayalah, tulisan ini saya buat di depan sebuat toko buku besar di Yogyakarta. Tertarik karena ada promo (ngosongin gudang) buku beli 3 hanya 10 ribu, yass 3 buah buku sebanding dengan harga indomie telur + es tes di burjo burjo yang bertebaran di sudut sudut gang kawasan kampus Jogja. Seperti biasa, kalau ada promo seperti ini pasti untung untungan, kalau yang lagi promo ini sesuai dengan minat bacaan, maka beruntungkah kita, ambil sebanyak banyaknya masalah mau dibaca atau tidak bukan masalah, yang penting punya aja dulu. Oh iya, jadi sebuah kewajiban atau entah sudah membudaya pasti kalau ada promo kayak gini, pasti bentuk displaynya tidak pernah beraturan, selalu acak acakan. Wajar sih, pembelinya selalu gini

Datang -> Pilih pilih -> kalau cocok ambil, nggak cocok buang sembarangan -> pilih pilih (lagi) dan kembali ke awal.

Kalau 1 orang datang, pilih pilih 10 buku dan terambil 3 maka ada 7 buku yang dibuang sembarangan.

Maka silahkan menghitung berapa banyak buku yang terbuang sembarangan jika yang datang 107 orang dalam 3 jam.

Baiklah, Sambil ngeliatin orang milih buku -> baca bentar -> buang, Saya jadi kepikiran "Bagaimanakah perasaan penulis buku jika melihat bukunya di obral seperti ini ?"
Karena saya akui, menulis
itu bukan pekerjaan gampang, saya aja nulis blog ini ancur ancuran, apalagi nulis buku, pasti tak sedikit waktu dan tenaga yang dicurahkan untuk menerbitkan buku tersebut. Hmm

Tapi kalau nggak diskon seperti itu, apa daya orang orang seperti saya yang masih itung itungan dalam membeli buku, apalagi kalau bukunya masih tidak terlalu terkenal.
Maksudnya gini, Saya beberapa kali beli buku yang dari judul, sampul dan sinopsis yang benar benar wow, ditambah ditaruh di etalase depan toko (bukan di pojokan paling bawah) setelah beli (dengan harga normal buku loh, bukan diskon promo obral) dan membaca isinya, ternyata amat sangat mengecewakan, tak sesuai ekpektasi. Sejak itu saya menjadi selektif dalam membeli buku, biasanya nyari review dulu, kalau ada yang bilang bagus baru deh beli, kalau tak menemukan mending nggak beli.

Daaaan, buku promo murah bazar gede diskon sampe mampus kayak gini nih jadi solusinya, kadang suka menemukan buku yang menarik dengan harga gilaaa walapun tak jarang menemukan yang tak sesuai ekspektasi, tapi nggak ngerasa rugi rugi banget.

Kalau diskonan gini satu sisi, kasian sama penulisnya satu sisi lagi seneeeng banget dapat buku murah. Dasar manusia, senang tapi kok ngasiani orang.

Daaan ada yang menarik nih.

Ternyata bazar kayak gini itu bukan serbuan pencari buku murah saja, sepertinya ada pedagang buku yang juga berburu ternyata, tumpukan bukunya udah setinggi setengah meter, nggak cuma 1 tumpuk, ada
2 tumpuk buku dengan beberapa judul yang sama. Sungguh otak bisnih yang luar biasa. Patut dicontoh nih. Memanfaatkan diskon buku untuk stok toko. Nggak kepikiran deh kalau gini. Luar biasaaa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar