Iseng-iseng lihat KTM, ternyata stempelnya sudah sampai delapan. Kuliah sudah 4 tahun vrohh. Baru sadar kalau adik tingkat yang sekarang semester 2 ternyata dulu waktu saya saya ospek mereka baru saja selesai MOS SMA. Baru sadar kalau semester ini sudah tidak ada perkuliahan di kelas, kuliah diganti di ruang tunggu dosen atau di koridor-koridor kelas sembari menunggu dosen pembimbing selesai mengajar untuk konsultasi skripsi.
Banyak hal yang berubah, tua itu pasti karena memang waktu tidak pernah bohong. Beberapa waktu yang lalu kebetulan ke kampus dan bertemu beberapa teman yang satu kelas sejak semester 1 sampai semester 7. Karena lama tak jumpa karena memang tidak ada kelas yang mempertemukan kita jadilah semacam temu kangen sambil saling bertanya perkembang(biakan) skripsi. Sampai pada suatu pembicaraan dengan seorang teman, sebut saja si A. saya bertanya, "itu foto buat ijazah ya ?" dan dia menjawab dengan sedikit bergurau "bukan, itu waktu saya tunangan", dengan spontan saya menyodorkan tangan sambil mengucapkan selamat. Dia sambil tertawa berkata " bukan bukan srul, itu nikahan keluargaku. Aku lo sudah putus". Jeeng jeng.
Agak kaget mendengar pernyataan itu, akhirnya saya sedikit memertegas pertanyaan " beneran ?" dan dia cuma menjawab dengan anggukan pelan. teruntai sebuah cerita pada hari itu, bagaimana lingkungan merubah dia dan mantan pasangannya.Hubungan yang terjalin bertahun-tahun akhirnya kandas. Lingkungan mantan pasangannya di sana, sebuah sekolah milik kementrian yang identik dengan kedisplinan. Perubahan yang dia rasakan sudah lama terjadi, terlalu banyak hal yang dia rasakan berubah dari pasangannya sehingga akhirnya memutuskan untuk berpisah. "Aku mikirin untuk putus itu nggak sebentar srul, berbulan-bulan".
Lain lagi cerita sepasang kekasih yang menjalin hubungan mulai dari semester awal kuliah. Hubungan yang terlihat langgeng hampir sekitar 3 tahun akhirnya berakhir karena komitmen. Perempuan yang merasa hubungan pacaran yang telah lama dijalani meminta sudah saatnya untuk dilanjutkan menuju komitmen yang lebih serius. Si Perempuan tidak meminta untuk segera dinikahi, hanya meminta kepastian si lelaki apakah dia serius menjalani hubungan tersebut. hanya kepastian apakah dia serisu menjalani hubungan sampai ke jenjang pernikahan. Sampai akhirnya mereka berpisah karena si leleki tidak berani memberikan janji seperti apa hubungan mereka ke depannya.
Seorang teman baru saja melangsungkan pernikahanya, tak ada yang menyangka dia akan menikah secepat ini. Dia tidak pernah terlihat dekat dengan lawan jenis. tak ada gembar-gembor dia pacaran dengan si ini ataupun si itu. Tiba-tiba saja undangan pernikahannya disebar. Katanya, Si cowok datang kerumah, melamar dan dia merasa cocok kemudian menikah. Begitu simpel.
Jodoh memang di tangan tuhan, kita tidak pernah tahu siapa jodoh kita. Mungkin pacar kita sekarang akan mendampingi kita di pelaminan nanti, mungkin juga dia yang kita benci sekarang, suatu saat nanti menjadi orang yang paling kita sayangi. Masa depan masih menjadi rahasia tuhan. karena terkadang apa yang ditetapkanNya tidak pernah bisa diraba oleh manusia, karena Tuhanlah yang bisa membolak-balikkan hati manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar