Sabtu, 07 Desember 2013

One Way ANOVA

ANOVA (Analysis Of Variance) atau analisis ragam merupakan salah satu metode statistika inferensia yang digunakan untuk membandingkan rata-rata lebih dari 2 sampel.
Disisni akan dibahas tentang one way ANOVA. one way ANOVA biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data yang rancangannya berupa Rancangan acak Lengkap.

Salah satu Software yang digunakan unutu melakukan analisis one way ANOVA adalah SPSS.

Sebagai ilustrasi,Sebuah penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh penambahan konsentrasi X terhadap pertumbuhan bakteri Z.Penelitian dilakukan dengan 4 kali pengulangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah ada pengaruh dari penambahan konsentrasi X dan juga ingin diketahui perbedaan pengaruh dari masing-masing konsentrasi.


Konsentrasi
Pengulangan
I
II
III
IV
0%
476
482
474
470
10%
114
110
127
123
20%
63
75
70
67
30%
59
57
51
52
40%
46
50
43
47


Langkah pertama yang harus dilakukan adalah input data,dari data asli seperti tabel diatas dimasukkan ke dalam SPSS menjadi berikut

 Kemudian Klik Variable View pada kiri bawah tampilan spss


 Pada baris Satu kolom Name beri nama konsentrasi dan baris dua Pertumbuhan bakteri.
Langkah berikutnya adalah klik Kolom Label  pada baris 1.Pada kolom Value masukkan kode 1-5 dan pada kolom  Label Masukkan konsentrasi sesungguhnya.Pilih Add setelah memasukkan semua.


Kemudian Klik Oke dan kembali ke data View.

Setelah memasukkan data,yang kita lakukan berikutnya adalah melakukan uji normalitas pada data yang digunakan.

Klik Analize > Deskriptive Statistics > Explore 

Masukkan Pertumbuhan bakteri ke dalam kolom Dependent List dan Konsentrasi ke dalam kolom Faktor list.

Klik Plots sehingga muncul tampilan seperti berikut

 Pada tampilan diatas,Centang Normality Plots with tests  kemudian klik Continue dan OK
Setelak Klik OK,Akan muncul output SPSS,untuk melihat kenormalan dari data dapat dilakukan dengan melihat nilai normalitas dan plot yang muncul pada output.Tampilan Output untuk test of normality

 Dari output diatas,didapatkan nilai Sig yang merupakan nilai P-Value.Nilai P-Value ke-5 Konsentrasi dengan uji shapiri-Wilk didapatkan lebih besar dari alfa (α) =0,05 sehingga dapat didimpulkan pahwa data yang digunakan telah mengikuti sebaran normal.

Selanjutnya yang kita lakukan adalah melihat kehomogenan data dan melakukan uji One way ANOVA serta uji lanjut jika terdapat perbedaan antar konsentrasi.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut
klik Analyze>compare Means>One Way ANOVA sehingga muncul tampilan


 Masukkan Pertumbuhan bakteri ke dalam kolom Dependent List dan Konsentrasi ke dalam kolom Faktor list. Kemudian Klik Post Hoc

Centang salah satu uji lanjut yang akan digunakan untuk melihat perbedaan rata-rata,pada Contoh ini digunakan Uji lanjut Tukey.
Setelah memilih uji lanjut yang digunakan,klik Continue
Selanjutnya Klik options dan pilih  Homogenity of Variance test untuk menguji ragam sampel berasal dari populasi yang sama.

Klik Continue dan ok.
setelah klik OK akan muncul output SPSS seperti berikut

Pada output diatas didapatkan nilai Levene Statistics sebesar 2,215 dan nilai P-Value (Sig) sebesar 0,117 yang lebih besar dari nilai alfa yang artinya ragam setiap konsentrasi berasal dari populasi yang sama sehngga memenuhi asumsi keragaman.

Pada Tabel ANOVA diatas,didapatkan nilai signifikansi (Sig) / P-Value Sebesar 0,00 yang lebih kecil dari nilai Alfa 0,05 sehingga dapat ditarik keputusan untuk menerima hipotesis Alternatif yaitu terdapat paling sedikit satu rata-rata yang berbeda sehingga dilakukan uji lanjut

Dari Uji lanjut Tukey yang digunakan,terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata antara konsentrasi 30% dan 40% karena keduanya berada pada subset yang sama.Sehingga dari ke 5 macam penambahan konsentrasi yang dilakukan menghasilkan 4 subset yang berbeda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar