Kalau ada
sumur diladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Boleh kita berjumpa lagi
Sebuah
pantun yang sangat familiar bagi kita terutama dulu ketika masih menginjak bangku sekolah. Pantun
tentang sebuah pengharapan suatu saat nanti akan ada pertemuan lagi. Setiap
pertemuan memang pasti akan diakhiri dengan perpisahan, tak akan pernah ada
pertemuan yang abadi di dunia ini. Cepat atau lambat perpisahan itu akan
terjadi. Hidup itu berjalan sesuai dengan jalannya, ada banyak jalan yang
ditawarkan kehidupan kepada kita tinggal bagaimana kita akan menjalani dan
memilih jalan yang mana yang akan menjadi pilihan kita.
Pertemuan
adalah sebuah anugrah yang diberikan tuhan. Banyak cara dalam bertemu
orang, mulai dari yang sengaja sampai tidak sengaja, mulai dari bertemu sampai
dipertemukan. Seperti bertemu dengan anak-anak paskib Smansa, organisasilah yang
mempertemukan dan mempersatukan kita sampai sekarang terpisah-pisah lagi tapi
tetap satu sampai nanti (semoga, aamiin). Bertemu dalam organisasi itu adalah
pilihan bukan kebetulan, kita sama-sama memilih organisasi tersebut, sama-sama
belajar dan pada akhirnya setelah waktu kita sudah habis atau apa yang kita
cari sudah didapatkan bahkan apabila yang kita cari di organisasi itu tidak kita
temukan maka kita akan berpisah, dengan caranya masing-masing tentu.
Pertama
itu dulu, Pertengahan 2007. Awal masuk SMA, masih cupu banget. pengen keliatan
keren kayak kakak-kakak paskib waktu promosi
terutama waktu variasi moving
class, Sumpah keren banget sampai akhirnya daftar dan ikut
seleksinya. Seleksinya itu loo, waaaww banget, sampai nangis-nangis di pos fisik dan mental. Keterima paskib, saya yang
cupu dan teman-teman yang lain yang lebih nggak cupu digembleng dengan
sedemikian rupa selama kurang dari satu tahun sampai jadi senior. jadi senior
broo, tapi tetap cupu sih..
haha
Setaun jadi capas, niat awal biar keren seperti senior gagal tercapai. Tetapi pencapaian yang didapat jauh lebih besar dari itu, bertemu keluarga baru. Nggak
semua memang dapat merasa menjadi keluarga. Apalagi sekarang,sudah pada terpisah
jauh dengan komunikasi yang terputus. Tetapi namanya organisasi, ndak pernah
memutuskan sama sekali hubungan walau terpisah, sampai sekarang masih sering
kontak-kontakan sama surya,alfan dan
kosan mereka jadi tempat penginapan wajib kalau main ke jogja. Dari 20an anggota
ya yang paling intens ya mereka berdua. Di Malang ada sih ulil,randi,lita tapi
ya gitu, sama-sama sibuk dengan kuliah masing-masing. Sama yang lain apalagi, hilang tanpa
jejak dan hanya terlihat di jejaring sosial, Itupun cuma beberapa. Kadang jadi
berfikir apa kita harus dibantai (lagi) biar berkumpul lagi, pertemuan kita yang
terakhir itu waktu idul fitri 2011, udah lama banget yaa, waktu makan-makan
dirumah prita sambil nonton. saya percaya
itu bukan cerita terakhir kita,tapi itu adalah satu bagian dari cerita panjang
kita karena saya percaya pada pertemuan kita yang selanjut-selanjutnya. Pertemuan
kita dibawah bimbingan senior-senior keren akan bertahan, entah sampai kapan, aku
percaya itu.
Selepas
SMA, setahun ndak ikut organisasi, hanya ikut beberapa kepanitiaan sampai waktu
semester 3, nyoba ikut UKM TEGAZS. Awalnya sih Cuma ingin tau lebih tentang NAPZA
dan HIV AIDS, eh ternyata selain dapat ilmu dapat teman-teman yang udah kayak sodara, hampir
2 tahun ngabisin waktu di TEGAZS dan itu tidak sia-sia. Banyak hal yang didapat
dalam organisasi ini, dari teman berbagi sampai teman menggalau.haha
Tegazs itu seperti rumah yang memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi penghuninya.
semoga pertemuan kita dengan segala macam suka-duka akan selalu terkenang dalam
keabadian,tanpa ada perpisahan kecuali maut yang memisahkan.
PASKIB Smansa dan TEGAZS memang secara organisasi berbeda jauh, tapi keduanya
seperti senja. Pemisah siang yang terang dengan malam yang penuh keindahan sang
bintang. Keduanya terpisah tapi memberikan warna tersendiri. senja, antara pertemuan dan perpisahan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar