Minggu, 14 Juli 2013

Senja,antara pertemuan dan perpisahan




Kalau ada sumur diladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Boleh kita berjumpa lagi
Sebuah pantun yang sangat familiar bagi kita terutama dulu  ketika masih menginjak bangku sekolah. Pantun tentang sebuah pengharapan suatu saat nanti akan ada pertemuan lagi. Setiap pertemuan memang pasti akan diakhiri dengan perpisahan, tak akan pernah ada pertemuan yang abadi di dunia ini. Cepat atau lambat perpisahan itu akan terjadi. Hidup itu berjalan sesuai dengan jalannya, ada banyak jalan yang ditawarkan kehidupan kepada kita tinggal bagaimana kita akan menjalani dan memilih jalan yang mana yang akan menjadi pilihan kita.
Pertemuan adalah sebuah anugrah yang diberikan tuhan. Banyak cara dalam bertemu orang, mulai dari yang sengaja sampai tidak sengaja, mulai dari bertemu sampai dipertemukan. Seperti bertemu dengan anak-anak paskib Smansa, organisasilah yang mempertemukan dan mempersatukan kita sampai sekarang terpisah-pisah lagi tapi tetap satu sampai nanti (semoga, aamiin). Bertemu dalam organisasi itu adalah pilihan bukan kebetulan, kita sama-sama memilih organisasi tersebut, sama-sama belajar dan pada akhirnya setelah waktu kita sudah habis atau apa yang kita cari sudah didapatkan bahkan apabila yang kita cari di organisasi itu tidak kita temukan maka kita akan berpisah, dengan caranya masing-masing tentu.


Pertama itu dulu, Pertengahan 2007. Awal masuk SMA, masih cupu banget. pengen keliatan keren kayak kakak-kakak paskib waktu promosi  terutama waktu variasi moving class, Sumpah keren banget sampai akhirnya daftar dan ikut seleksinya. Seleksinya itu loo, waaaww banget, sampai nangis-nangis di pos fisik dan mental. Keterima  paskib, saya yang cupu dan teman-teman yang lain yang lebih nggak cupu digembleng dengan sedemikian rupa selama kurang dari satu tahun sampai jadi senior. jadi senior broo, tapi tetap cupu sih..
haha
Setaun jadi capas, niat awal biar keren seperti senior gagal tercapai. Tetapi pencapaian yang didapat jauh lebih besar dari itu, bertemu keluarga baru. Nggak semua memang dapat merasa menjadi keluarga. Apalagi sekarang,sudah pada terpisah jauh dengan komunikasi yang terputus. Tetapi namanya organisasi, ndak pernah memutuskan sama sekali hubungan walau terpisah, sampai sekarang masih sering kontak-kontakan sama surya,alfan  dan kosan mereka jadi tempat penginapan wajib kalau main ke jogja. Dari 20an anggota ya yang paling intens ya mereka berdua. Di Malang ada sih ulil,randi,lita tapi ya gitu, sama-sama sibuk dengan kuliah masing-masing. Sama yang lain apalagi, hilang tanpa jejak dan hanya terlihat di jejaring sosial, Itupun cuma beberapa. Kadang jadi berfikir apa kita harus dibantai (lagi) biar berkumpul lagi, pertemuan kita yang terakhir itu waktu idul fitri 2011, udah lama banget yaa, waktu makan-makan dirumah prita sambil nonton. saya percaya itu bukan cerita terakhir kita,tapi itu adalah satu bagian dari cerita panjang kita karena saya percaya pada pertemuan kita yang selanjut-selanjutnya. Pertemuan kita dibawah bimbingan senior-senior keren akan bertahan, entah sampai kapan, aku percaya itu.

Selepas SMA, setahun ndak ikut organisasi, hanya ikut beberapa kepanitiaan sampai waktu semester 3, nyoba ikut UKM TEGAZS. Awalnya sih Cuma ingin tau lebih tentang NAPZA dan HIV AIDS, eh ternyata selain dapat ilmu dapat teman-teman yang udah kayak sodara, hampir 2 tahun ngabisin waktu di TEGAZS dan itu tidak sia-sia. Banyak hal yang didapat dalam organisasi ini, dari teman  berbagi  sampai teman menggalau.haha
Tegazs itu seperti rumah yang memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi penghuninya.

semoga pertemuan kita dengan segala macam suka-duka akan selalu terkenang dalam keabadian,tanpa ada perpisahan kecuali maut yang memisahkan.


PASKIB Smansa dan TEGAZS memang secara organisasi berbeda jauh, tapi keduanya seperti senja. Pemisah siang yang terang dengan malam yang penuh keindahan sang bintang. Keduanya terpisah tapi memberikan warna tersendiri. senja, antara pertemuan dan perpisahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar